Kamis, 18 Mei 2017

Kapolda Yogyakarta: Ada Sekolah untuk Baiat Siswa Masuk Kelompok Radikal

MusliModerat.net - Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Brigjen (Pol) Ahmad Dofiri, mengungkapkan temuan bahwa pemikiran radikal sudah masuk di kalangan pelajar. Di Yogyakarta, terdapat sekolah yang menjadi tempat untuk membaiat para pelajar masuk kelompok radikal.

Ahmad Dofiri menegaskan adanya temuan masuknya aliran radikal di salah satu sekolah di Yogyakarta. Para pelajar dibaiat untuk ikut dalam aliran-aliran yang mengarah pada radikalisme. Kapolda enggan menyebut nama salah satu sekolah SLTA tersebut.

"Ada di satu sekolah, jumlahnya kurang lerbih 30 pelajar (sudah dibaiat)," kata Dofiri kepada wartawan usai menghadiri acara Ikrar Pelajar Yogyakarta menjaga NKRI di GOR Amongrogo Yogyakarta, Kamis (18/5/2017).

Dofiri lebih lanjut menegaskan bahwa ditemukannya aliran radikal masuk sekolah tersebut sangat mengkhawatirkan meskipun hanya di satu sekolah.

Menurutnya, temuan tersebut sudah ditangani serius. Pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dan MUI. Para pelajar yang sudah dibaiat saat ini dalam penanganan agar tidak masuk ke aliran radikal.
Kapolda DIY: Ada Sekolah Dijadikan Lokasi Baiat Siswa Masuk Kelompok RadikalRibuan pelajar DIY memadati GOR Amongrogo, Yogyakarta. (Foto: Edzan Raharjo/detikcom)
Ikrar pelajar di GOR Amongrogo dihadiri ribuan pelajar SLTA di DIY. Mereka menyampaikan berikrar untuk menjaga NKRI yang Bhinneka Tunggal Ika, menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 45. Selain itu juga ada pernyataan akan menjaga persatuan dan kesatuan, antitawuran, antikekerasan, antinarkoba dan antiradikalisme.

"Momentum kebangkitan nasional pada bulan Mei harus menjadi momentum agar pelajar bangkit untuk menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa. Bangkit menjaga toleransi dan menolak kekerasan dan narkoba di kalangan pelajar," kata Kapolda di hadapan para pelajar.
(mbr/mbr/detikcom)
Advertisement

Advertisement