Minggu, 21 Mei 2017

HTI: Nasionalisme itu Racun Mematikan, Pendiri NU: Nasionalisme Bagian dari Iman

MusliModerat.net - Dalam situs resmi HTI dalam link http://hizbut-tahrir.or.id/2012/11/19/nasionalisme-bertentangan-dengan-islam/ disebut bahwa Nasionalisme Bertentangan dengan Islam, juga dlam link http://hizbut-tahrir.or.id/2013/03/31/nasionalisme-racun-mematikan/ disebutkan Nasionalisme itu Racun Mematikan dan dalam link http://hizbut-tahrir.or.id/2013/07/09/demokrasi-dan-nasionalisme-kufur-dan-beracun/ disebut Nasionalisme itu Kufur dan Beracun.

Hal ini jelas bertentangan dengan Misi pejuang bangsa Indonesia dahulu, justru Nasionalisme lahir dari para Ulama untuk menumbuhkan sikap tanggung jawab terhadap Agama dan Tanah Air.

Para ulama berusaha membangunkan semangat nasionalisme melalui berbagai kegiatan keagamaan dan pendidikan, yang maksud dan tujuannya adalah untuk melepaskan belenggu penjajah yang telah berhasil mencengkeram tanah air Indonesia selama hamper tiga setengah abad.
Salah satunya Nahdlatul Wathon tempat / wadah para pemuda NU dijadikan markas penggemblengan pemuda-pe muda. Mereka dididik untuk menjadi pemuda yang berilmu dan cinta tanah air, setiap akan dimulai kegiatan belajar , para murid diharuskan terlebih dulu  menyanyikan lagu perjuangan dalam bahasa Arab, yang telah digubah oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah (salah satu Pendiri NU) dalam bentuk sya’ir seperti berikut ini :
Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon
Hubbul Wathon minal Iman
Wala Takun minal Hirman
Inhadlu Alal Wathon
Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon
Hubbul Wathon minal Iman
Wala Takun minal Hirman
Inhadlu Alal Wathon
Indonesia Biladi
Anta ‘Unwanul Fakhoma
Kullu May Ya’tika Yauma
Thomihay Yalqo Himama
wahai bangsaku
Cinta tanah air bagian dari iman
Cintailah tanah air ini wahai bangsaku
Jangan kalian menjadi orang terjajah
Sungguh kesempurnaan itu harus
Dibuktikan dengan perbuatan
Dan bukanlah kesempurnaan itu hanya
Berupa ucapan
………………..
Wahai bangsaku yang berpikir jernih
Dan halus perasaan
Kobarkan semangat
Jangan jadi pembosan.
Jika dikatakan ulama adalah warisan atau penganti nabi, maka sudah seharusnya suri tauladan kecintaan ulama seperti KH. Wahab Hasbuallah kepada agama dan negara menjadi hal yang pantas kita lanjutkan. Karena pada dasarnya mencinta tanah air/Nasionalisme bagian dari iman.[MusliModerat]
Advertisement

Advertisement