[Habib Munzir al-Musawa] HTI tak Memahami Syariah Islam dan Berfatwa Semaunya

Baca Juga

MusliModerat.net - Assalamu ‘alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
Semoga keberkahan selalu terlimpah kepada Habib, Keluarga & seluruh Jama’ah Majelis Rosululloh.
 
Habib, saya ingin mengetahui atau mendapat informasi mengenai Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia, kalau tidak salah dan pernah saya dengan dari pengajian yang kebeteluan mereka pernah sosialisasi ditempat pengajian dimana saya berdomisili, materi yang disampaikan adalah:
1. Mereka meng-haram-kan Demokrasi yang dilaksanakan di negeri Indonesia tercinta ini
2. Mereka ingin menghidupkan kembali system ke-Khilafah-an yaitu dengan mengganti sitem Demokrasi tersebut.
 
Bagaimana pendapat Habib mengenai keberadaan Organisasi tersebut? Apakah tidak bertentangan dengan Aqidah kita yakni “Ahlussunnah wal jama’ah”?
 
Demikian pepertanyaan saya, jawaban dari Habib sangat saya nantikan, mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang pantas dalam penulisan ini, terimakasih atas perhatian Habib. Wassalamu alaikum. (Syarif Zein, Cianjur Jawa Barat)
 
Jawaban al-Habib Munzir al-Musawa
 
Alaikumsalam warahmatullah wabaraktuh.
Kebahagiaan dan Kesejukan rohani semoga selalu menghiasi hari hari anda.
 
Saudaraku yang kumuliakan, Daulah Islamiyah ini sebenarnya tak pernah dikenal dalam Islam, hanya istilah yang diada-adakan saja, karena Islam tak pernah mengenal “negara islam”, yang ada adalah khilafah Islamiyah.
 
Islam adalah untuk dunia, bukan untuk indonesia, malaysia atau nama nama negara yg dibuat buat oleh manusia.
 
Anda lihat Rasul Saw berkuasa di Madinah, namun pemimpin Madinah tetap Abdullah bin Ubay bin Salul, (pemimpin munafik dan musuh islam). Mengapa Rasul Saw tak merebut kekuasaan darinya? Rasul Saw membiarkan Ibn Ubay tetap memimpin Madinah, dan Abu sofyan (sebelum masuk Islamnya) tetap memimpin Makkah. Rasul saw tak pernah merebut kekuasaan, dan memang tidak cinta jabatan.
 
Dan negara kita ini sudah negara islam, apa lagi yang mau dikatakan mesti negara Islam, sedangkan Indonesia negara Islam terbesar di dunia.
 
Presidennya Islam, menterinya mayoritas muslimin, pejabatnya mayoritas muslimin, konglomeratnya mayoritas muslimin, buruhnya mayoritas muslimin, pengusahanya mayoritas muslimin, lalu apa lagi yang mereka inginkan?
 
Mendirikan negara Islam dan ini sudah negara yang dikuasai muslimin.
 
Yang kita perlukan adalah masyarakatnya yang mesti dibenahi.
 
Contoh kecil, bila sebagian dari kelompok muslimin berkata: “Ini stasion televisi, stasion radio sudah merusak, harus ditertibkan, lalu mau apa cuma duduk di majelis taklim, dan rumah dan keluarga itu terus dirusak oleh televisi.
 
Mereka dengan dangkalnya berucap demikian, maksudnya adalah kalau negara Islam maka televisi-televisi bisa ditertibkan.
 
Saya sudah observasi, saya adalah narasumber di Tranas TV, TPI, Indosiar, Latv dan Antv.
 
Saya bertanya pada mereka: “Kenapa kalian tayangkan tayangan-tayangan tak beradab?” Mereka semua menjawab dengan jawaban yang sama: “Kami hanya mengikuti selera masyarakat Bib.”
 
Masyarakat maunya porno kami tayangkan porno, masyarakat maunya dangdut kami tayangkan dangdut, bila di bulan Ramadhan masyarakat maunya tayangan Islami maka 99% tayangan kami Islami, dan semua artis diwajibkan berjilbab, dan semua film dan sinetron semua tentang al Qur’an dan hadit, karena masyarakat maunya begitu.
 
Maka saudaraku, lalu kunci utamanya dimana? di televisi, di pemerintahan, di pejabat, di perusahaan, atau dimana? jawabannya hanya satu “di masyarakat”.
 
Dan itulah dakwah Nabi Muhammad Saw, rahmatan lil ’alamiin.
 
Maka bila dakwah muncul untuk menyejahterakan masyarakat dan mengajaknya kepada kenabawian dan sunnah, itulah dakwah yang benar, dan selain daripada itu maka anda mesti berhati hati.
 
Oleh sebab itu, bila anda dengar kelompok manapun yang ingin mendirikan negara Islam dengan syariah Islam maka gerakan itu adalah gerakan kesusu (tergesa-gesa), muncul dari ide-ide yang tak memahami syariah Islam dan berfatwa semaunya.
 
Demikian saudaraku yang kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu. Wallahu a’lam bissowab.
 

Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: