Rabu, 17 Mei 2017

FPI: Jangan Jadikan Negeri ini Terporno di Dunia

MusliModerat.net -  Tanun 2009 lalu, Front Pembela Islam (FPI) mendemo rumah produksi yang hendak mendatangkan aktris porno Jepang Maria Ozawa alias Miyabi, Jumat (9/10) siang. Demo yang diikuti oleh sekitar 100 orang itu mendatangi kantor Maxina Picture, di Komplek Hotel Ibis Mangga Dua Blok E1 No 16, Jakarta Pusat.

Menurut Kepala Polisi Sektor Sawah Besar Komisaris Iskandar, dalam ijinnya, massa itu hanya mengajukan ijin untuk orasi. Massa yang datang sekitar pukul 13.30, datang dan berorasi didepan kantor Maxina untuk mengutuk rencana kedatangan Miyabi. "Tak ada senjata tajam yang mereka bawa," kata Iskandar di lokasi kejadian.

Perwakilan massa, yang berjumlah lima orang, siang ini diterima oleh staf Bagian Sumberdaya Manusia Maxina Picture, dan sedang berdialog di dalam kantor Maxina. "Mereka datang langsung dialog, karena kami sudah siapkan," lanjutnya.

Hingga saat ini, orasi mengutuk Miyabi masih berlangsung. Dua spanduk, bertuliskan 'Jangan Jadikan Negeri Ini Sebagai Negeri Terporno di Dunia' dan 'Tolak Miyabi ke Indonesia Si Penghancur Moral Bangsa'.

Orator, tak lupa juga menuding Presiden SBY lebih jahat dari Soeharto. "Dulu jaman Soeharto, tak ada miss waria. Sekarang ada," kata dia. Orator itu juga menunjuk SBY sebagai Presiden Pembawa Sial. "Banyak bencana dalam kepemimpinannya," kata dia. Orator menyebut, kabinet yang sedang disusun SBY dengan nama Kabinet Bencana Bersatu. Demo yang sudah berlangsung satu jam, hingga kini masih berlangsung.

Donatur FPI 
 Firza Husein alias FHM yang merupakan Donatur tetap FPI akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan percakapan berkonten pornografi dalam WhatsApp yang melibatkan dirinya dengan seseorang. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara hingga pukul 22.00 WIB.
"Hasil gelar perkara malam ini dinyatakan bahwa status saksi FHM ditingkatkan menjadi tersangka," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di kantornya, Jakarta, Selasa (16/5/2017) malam.

Kita nantikan keadilan FPI untuk mendemo pelaku Porno di Negeri ini, jangan tebang pilih.[mm]
Advertisement

Advertisement