Senin, 29 Mei 2017

Densus 99 Banser NU Bongkar Jaringan Terorisme di Indonesia, Nama-nama Tokoh Ini Disebut

MusliModerat.net - Komandan Densus 99 Banser Nahdlatul Ulama (NU), Nurruzaman mengungkapkan jika peristiwa bom bunuh diri di Kampung melayu diduga merupakan aksi dari Jamaah Ansoru Daulah (JAD).
Dari rilis yang diterima TribunWow.com, Kamis (25/5/2017), Nurruzaman menduga jika pelaku bom bunuh diri merupakan jaringan Cibiru.
Dari informasi yang diperoleh Densus 99 Banser NU, dua terduga pelaku teroris tersebut berasal dari Bandung.
Mereka diduga bernama Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam.
Ahmad Sukri adalah pemuda kelahiran Bandung, 10 November 1985, tinggal di Kampung Ciranji, RT 04/RW 05, Desa/Kelurahan Sinargali, Kecamatan Cipongkol.
Sementara itu, Ichwan Nurul Salam kelahiran Bandung, 28 Desember 1985.
Dia tinggal di Jalan Cibangkong No 103/120, RT2/RW 7, Kelurahan, Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.
“Dari analisis dan info yang kita peroleh, kedua terduga teroris tersebut merupakan jaringan JAD Bandung Barat. Kami deteksi adalah jaringan Kiki Muhamad Iqbal, Cibiru Bandung, pelaku bom Cibiru yang divonis 6 tahun pada 2011 dan dipenjara di Kembang Kuning, Nusakambangan,” terang Nurruzaman dalam keterangan tertulisnya kepada TribunWow.com.
Ia menduga jika bom bunuh diri yang direncanakan matang ini terkait dengan instruksi dari ISIS Internasional.
“Bom ini terkait dengan instruksi dari ISIS internasional untuk melakukan serangkaian aksi terorisme di beberapa tempat baru-baru ini," jelas Nuruzzaman.
Lebih lanjut, menurut dugaannya, ada korelasi antara aksi bom bunuh diri di Irak, bom bunuh diri di konser penyanyi Ariana Grande, Manchester, Inggris, Senin (22/5), baku tembak dan pendudukan wilayah Marawi, Filipina, Selasa (23/5) dan aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam.
"Aksi ISIS di Marawi, Filipina, itu banyak didukung anggota Jamaah Ansoru Daulah (JAD) Indonesia," ungkapnya.
Selain perintah dari ISIS, Nuruzzaman menduga jika aksi bom bunuh diri ini merupakan aksi balas dendam pihak JAD kepada aparat kepolisian.
Hal ini disebabkan aparat kepolisian telah menumpas teroris yang ada di Tuban, Lumajang, dan Poso.
“Diduga kuat aksi instruksi teror bom ini merupakan instruksi Rois Darmawan, terpidana mati kasus bom Kedubes Australia yang saat ini dipenjara di Nusakambangan. Dia marah dan balas dendam karena salah satu pelaku terorisme yang ditembak mati polisi adalah saudaranya Rois," tandas Nuruzzaman, yang juga dikenal sebagai pengamat terorisme.
Nuruzzaman juga menerangkan bahwa JAD memiliki tiga sosok yang bisa memfatwakan anggota untuk berjihad (teror bom).
Ketiga orang tersebut adalah Aman Abdurrahman, Rois Darmawan, dan Brekele alias Mujadid alias Syaiful Anam.
"Tiga orang ini yang masih bisa menfatwakan untuk melakukan amaliyah jihad," tukasnya.
TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho
Advertisement

Advertisement