Selasa, 11 April 2017

Walau Ditolak Takmir Masjid Sunan Ampel, Habib Rizieq Tetap Hadir

MusliModerat.net - Habib Rizieq Shihab telah mendarat di Bandara Juanda, Surabaya, Selasa (11/4/2017) siang.
Menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 310 dari Jakarta, Habib Rizieq tiba sekitar pukul 11.45 WIB.
Dia datang untuk menghadiri acara pengajian akbar yang akan digelar di Masjid Ampel, Surabaya, mulai pukul  19.00 WIB.
Kedatangan Habib Rizieq disambut oleh para pengikutnya dari Front Pembela Islam (FPI) saat keluar dari pintu kedatangan pukul 12.15 WIB.
Beberapa satgas dikerahkan untuk mengamankan datangnya Habib Rizieq.
Saat keluar dari pintu kedatangan domestik, beberapa orang mengerumuninya.
Ia dikawal oleh rombongan dari FPI mulai turun dari pesawat hingga masuk ke mobil.
Takbir dan sholawat disuarakan para rombongan FPI saat mengantar Habib Rizieq menuju mobil.
Menggunakan mobil berwarna merah, Habib Rizieq meninggalkan Terminal Dua Bandara Juanda diikuti beberapa mobil FPI.
Kedatangan Rizieq ini menjawab teka-teki jadi tidaknya tabligh akbar tersebut. 
Pasalnya, sehari sebelum pelaksanaan, takmir masjid Agung Sunan Ampel memastikan tidak memberikan izin kegiatan tersebut.  
Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Takmir Masjid Ampel KH Mohammad Azmi Nawawi saat bertemu dengan Kapolres Tanjung Perak AKBP Ronny Suseno, Senin (10/4/2017).
Kedatangan Azmi ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak diakui merupakan bentuk adanya desakan dari masyarakat pecinta Masjid dan Makam Sunan Ampel terkait pengajian yang bakal dihadiri Habib Rizieq.
"Masyarakat pecinta Masjid dan Makam Sunan Ampel mendesak kami berbuat sesuatu. Ini sekiranya bisa menjawab keinginan mereka," terang Azmi.
Saat bertemu Kapolres Ronny, Azmi juga membawa lembaran pemberitahuan sikap Takmir Masjid Sunan Ampel terhadap kegiatan yang disebutnya tabligh akbar tersebut.
Inilah keputusan Takmir Masjid Sunan Ampel terkait rencana pengajian yang kabarnya dihadiri Habib Rizieq.
1. Takmir Masjid Agung Sunan Ampel menyatakan tidak terlibat dalam penyelenggaraan acara tabligh akbar tersebut.
2. Takmir Masjid Agung Sunan Ampel tidak penah mengizinkan dan memberi izin dalam bentuk apapun baik lisan maupun tertulis kepada kelompok yang mengatasnamakan panitia tabligh akbar tersebut.
3. Takmir Masjid Agung Sunan Ampel tidak terlibat dan melibatkan diri pada acara tabligh akbar tersebut.
4. Karena adanya desakan masyarakat yang menyatakan peduli terhadap Masjid Agung Sunan Ampel dan Makam Sunan Ampel agar acara tersebut, kami selaku Takmir Masjid Agung Sunan Ampel tidak bertanggung jawab jika terjadi gesekan dengan masyarakat yang pro dan kontra.
5. Segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan acara tabligh akbar di Masjid Agung Sunan Ampel tanggal 11 April 2017 sebelum dan sesudahnya, kami selaku Takmir Masjid Agung Sunan Ampel menyatakan tidak ikut bertanggung jawab.
Surat pemberitahuan itu ditandatangani jajaran Takmir Masjid Agung Sunan Ampel yakni KH Mohammad Azmi Nawawi, KH Dzulhilmi Ghozali, KH Mohammad Amin Iman, dan H Wahyudin.
Advertisement

Advertisement