Senin, 17 April 2017

Tak Berkhlak, Ustadz TV Dadakan ini Sebut Kiai NU sebagai Dajjal dan Jahannam

MusliModerat.net ~ Hendri Tambusai Aksi, seorang ustadz televisi melalui akun facebooknya melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap kiai-kiai besar Nahdlatul Ulama.

Seorang ustadz yang seharusnya menjadi da'i yang bisa menghadirkan dakwah yang lemah lembut, tetapi sosial media dijadikannya sebagai lahan melampiaskan isi hatinya.

Sambil memposting foto salah satu pasangan calon (paslon) Pilkada DKI, Hendri mengatakan bahwa para kiai besar NU yang bersama salah satu Paslon adalah kiai-kiai jahannam (neraka). Menurutnya, para kiai besar NU itu bukan kiai tetapi penerus dajjal.

"kiyai-kiyai jahannam, bukan kiyai tapi the nex dajjal", tulisnya.

Penghinaan tersebut mendapat respon dari netizen nadliyyin. Mas Puji, salah seorang netizen mengatakan "Saya gak habis pikir bagaimana dai muda ini akan merubah akhlak umat..jika akhlak nya saja tidak bener. Menyerang seorang ulama besar KH Said Aqil Siraj dengan sebutan "Kyai Jahanam dan Next Dajjal". Apakah begini dakwah yang diajarkan Rosul Mulia kita Sayidina Muhammad SAW.  Ulama itu pewaris para Nabi. Jika menghina ulama berarti dia sedang menistakan agama saya. Saya beri waktu yang bersangkutan untuk meminta maaf secara terbuka selama 1 x 24 jam jika tidak sadar juga terpaksa diteruskan ke proses hukum."

Hendri Tambusai Aksi

Penghinaa Hendri Tambusai Aksi

Jum'at, 14 April 2017, melalui akun facebook pula, Hendri mengaku sudah mendatangi salah seorang Rais Syuriah NU di Pekanbaru dan meminta maaf atas tulisannya tersebut.

Meskipun patut diapresiasi permintaan maafnya, tetapi permintaan maaf yang tidak secara langsung itu justru menunjukkan kekurang bertanggung jawaban seorang Hendri. Apalagi yang dihina Kiai besar NU di pusat, tetapi meminta maaf melalui Kiai Nu ditingkat cabang.

Semestinya Hendri membuat pernyataan permintaan maaf secara langsung, bukan melalui perantara orang lain.

Berikut tulisannya :
Assalamualaikum

Keluarga NU yang saya hormati
terkait status facebook saya beberapa hari yang lalu saya sudah mendatangi rois suryah NU yang ada dipekanbaru kiyai abdur rahman Q dan melalui beliau saya sudah minta maaf kepada kiyai-kiyai Nahdhiyyin dan keluarga besar NU.beliau secara ikhlas memaafkan saya,
saya berjanji in syaa allah hal itu tidak akan terulang kembali.

terimakasih untuk para guru dan sahabat yg sudah menasehati saya,ini pelajaran yg besar untuk saya.




Fenomena seperti diatas merupakan fenomena tentang ketidak matangan keberislaman seorang da'i didalam berdakwah. Sehingga tidak jarang, media sosial kerap kali dijadikan arena bebas berkomentar (menghina dan lain sebagainya) tanpa memikirkan konsekuensinya.

Foto diatas menunjukkan NU adalah pengayom semua Paslon. Sedangkan para Paslon merasa perlu untuk mendatangi PBNU karena menganggapnya sebagai pengayom mereka.
Advertisement

Advertisement