Senin, 17 April 2017

Tahukah anda? Rukun Iman HTI Hanya ada 5

MusliModerat.net - Dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Medan pada 11 Januari 2014, terdapat sebuah pertanyaan tentang Hizbut Tahrir (HT) dan dijawab oleh Ust. Muhammad Idrus Ramli (Pakar Aswaja NU Jatim). Dalam paparannya, Ust. Idrus Ramli mengatakan bahwa Hizbut Tahrir merupakan aliran yang tidak benar, sesat dan menyesatkan. Rukun Iman HT juga berbeda dengan Ahlussunnah wal Jama'ah, sebab di rukun iman di HT hanya ada 5, sedangkan rukun iman di Aswaja ada 6. Berikut diantara cuplika isi rekaman videonya : "Menurut Ahlussunnah wal Jama'ah, HT aliran yang tidak benar, aliran sesat dan menyesatkan. mengapa ?

1. Dalam masalah aqidah, mengadopsi ajaran mu'tazilah terutama berkaitan dengan qadla' dan qadar. Makanya, Rukun Iman di HT ada 5, kalau kita rukum iman ada 6. Qadla' dan Qadar tidak ada dalam (rukun iman) HT. 

Bahkan kata Taqi al-Nabhani (pendiri HT) dalam al-Syakhsiyah al-Islamiyyah, perbuatan manusia yang ikhtiyari "tidak ada hubungannya dengan ketentuan Allah, juga tidak ada intervensi dengan perbuatan manusia", ini mengadopsi dari Muktazilah. 

Kalau kita (Aswaja) menyakini semua perbuatan manusia ciptaan Allah, yang melakukan manusia, yang menciptakan Allah, dan ini bukan Jabariyah. Mengapa ? karena ini memang menerapkan apa yang diterangkan didalam al-Qur'an, misalnya ada ayat "وما رميت إذ رميت ولكن الله رمى", kamu tidak melempar, jadi disini Allah menafikan perbuatan manusia "kamu tidak melempar", tapi setelah itu ada itsbat (menetapkan) إذ رميت "ketika kamu melempar", yaitu tidak melempar ketika melempar, ولكن الله رمى akan tetapi Allah lah yang melempar, makanya para ulama Ahlussunnah menafsirkan : wa maa ramaita khalqan idz ramaita kasban walakinnallaha ramaa haqiqatan wa ijadan...", kamu tidak melempar dalam arti tidak menciptakan perbuatan itu ketika kamu melempar/ ketika kamu melakukan, tapi Allah yang melempar dalam arti yang sesungguhnya dan mewujudkan... Karenanya, kita masih menyakini perbuatan manusia ciptaan Allah, Allah yang menciptakan / fi'lullah terhadap perbuatan manusia diistilahkan dengan al-khalqu / penciptaan, sementara fi'lul insan / perbuatan manusia terhadap perbuatannya di istilahkan dengan kasban wa-ktisaban, dan itu bukan Jabariyyah, karena kalau Jabariyah itu beranggapan bahwa manusia tidak berbuat sama sekali, seperti sehelai bulu yang bergerak karena diombang-ambingkan oleh angin, kita tidak punya pemikiran seperti itu, karena kita masih menetapkan adanya ikhtiyar, dan adanya pahala dosa itu tergantung pada ikhtiyarnya, dia berbuat sesuatu karena ada ikhtiyar, karena ada niatan, makanya kita bukan Jabariyyah, yang sesat justru Hizbut Tahrir. 

2. HT tidak percaya adzab kubur. Adzab kubur dianggap seperti hantu untuk menakut-nakuti, alasannya kata mereka adalah hadts tentang adzab kubur ini hadits ahad. Padahal didalam kitab-kitab hadits diterangkan, hadits tentang adzab kubur itu mutawatir, diriwayatkan oleh lebih dari 32 jalur para sahabat Nabi Saw. sedangkan hadits mutawatir itu angkanya cukup 5 jalur saja (diterangkan dalam ushul fiqh). 

3. dan seterusnya ....

Simak dalam video berikut  ini (Bagian 2) mulai menit ke 18.00 .


Penulis : Ibnu Manshur via Musimedianews.com

Advertisement

Advertisement