Selasa, 11 April 2017

Setelah Jateng, Giliran Banser Kalbar Tolak Aksi Khilafah HTI di Masjid Raya Mujahidin Pontianak

MusliModerat.net -  Aksi khilafah HTI memang menasional. Bukan hanya di Jawa, di Kalimantan juga tengah ramai dibahas pengibaran bendera khilafah yang akan dilakukan pada Hari Sabtu (15/4/2017) di Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Kalimantan Barat.
Sama dengan di Jawa, tema HTI di Kalbar ini juga tentang ‘Khilafah kewajiban Syar’i,  Jalan Menuju Kebangkitan Umat’. Acara ini mendapat perlawanan GP Ansor dan Banser. Bahkan sejumlah OKP (Organisasi Kepemudaan) juga akan turun jalan untuk mengadang khilafah.
“Hari ini Senin (10/4/2017) kami melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, baik organisasi kepemudaan maupun institusi resmi seperti Polisi dan TNI, intinya jangan sampai membuat keruh suasana,” jelas sumber duta.co melalui WhatsApp.
Seperti diberitakan prokal.co, bahwa Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama Provinsi Kalteng sudah menegaskan, sebagai organisasi kepemudaan Islam, pihaknya akan menolak semua gerakan atau aksi-aksi yang dapat menggerogoti keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penegasan itu disampaikan menanggapi berkembangkannya isu untuk menerapkan sistem pemerintahan khilafah yang salah satunya digaungkan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagaimana yang akan dilakukan Sabtu (15/4/2017) di Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Kalimantan Barat.
“GP Ansor dan Banser dengan tegas akan menolak pihak manapun yang ingin mengubah haluan negara RI. Kita akan berada di garis depan untuk menjaga keutuhan NKRI,” tegas Ketua GP Ansor Kalteng Elly Saputra, Minggu (9/4/2017).
Elly menegaskan, sikap GP Ansor dan Banser ini bukan berarti menolak organisasi HTI. Kalau soal organisasinya itu urusan pemerintah. Tetapi, yang ditolak GP Ansor dan Banser adalah gerakan atau aksi-aksi yang dapat merongrong pemerintahan dan keutuhan NKRI yang berideologikan Pancasila.
“Kami tidak menolak HTI, tetapi kalau misalnya mereka (HTI) atau siapa pun yang dalam gerakan dan aksinya terus mengkampanyekan faham khilafah yang jelas bertentangan dengan ideologi Pancasila, serta mengancam keutuhan NKRI, maka mau tidak mau akan berhadapan dengan GP Ansor dan Banser. Kalau HTI lakukan itu,  kita tolak keberadaan HTI,” tandasnya. (hud/KBAswaja)
Advertisement

Advertisement