Sepuluh Ribu Santri akan Berjalan Kaki Menuju Istighatsah Kubro PWNU Jatim

MusliModerat.net - Pemangku Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Lebo, Sidoarjo, KH Agoes Ali Mashuri yang juga wakil rais syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim akan memimpin langsung jalan sehat bersama ribuan santri dan warga dari pondok pesantrennya menuju stadion Gelora Delta Sidoarjo, untuk mengikuti Istighotsah Kubro dalam rangka hari jadi NU ke-94 tahun, Minggu (9/4) mendatang.
“Nanti akan saya pimpin langsung, setelah berjamaah Subuh lalu coffee morning baru berangkat ke GOR Delta Sidoarjo. Ada sekitar sepuluh ribu santri dan warga sekitar yang akan ikut jalan sehat,” ujar Gus Ali, sapaan akrab KH Agoes Ali Mashuri, di sela-sela press conference Istighotsah Kubro di Kantor PWNU Jatim Jalan Masjid Al Akbar Surabaya, Kamis (6/4).
Ditambahkan Gus Ali, ada sebanyak sembilan kiai sepuh yang akan memimpin doá istighotsah. Antara lain KH Anwar Mansur, KH Miftakhul Akhyar, KH Zainuddin Jazuli, KH Nurul Huda Jazuli, KH Nawawi Abdul Jalil, Lora Cholil Asád Samsul Arifin, KH Azzahim Ibrohimi, KH Tamim Romly, dan KH Anwar Iskandar.
Berdasarkan data PBB, kata Gus Ali, Indonesia masuk lima besar negara yang tidak aman bersama Syiria, Iraq, Afganistan, dan Yaman. Para kiai menduga salah satu penyebabnya adalah karena masyarakat sangat mencintai agama tapi kurang mencintai bangsa dan tanah airnya.
Hal ini tentu bertolak belakang dengan pesan Hadratus Syech KH Hasyim Asyári selalu menekankan kepada warga NU agar mencintai tanah airnya karena itu sebagain dari Iman (Hubbul Wathon Minal Iman).
“NU itu seperti payung berada di tengah-tengah untuk mengayomi. Di Indonesia saat ini ada  kelompok Islam yang enggan mengakui kebhinekaan, di sisi lain ada kelompok yang getol dengan kebhinekaan tapi tidak tekun dalam beragama, NU berada di tengah-tengah untuk mengayomi dan harus besar supaya semakin banyak yang bisa diayomi,” imbuhnya.
Perhelatan Istighotsah Kubro kali ini juga jadi ajang bagi NU untuk komitmen dengan persoalan kebersihan khususnya sampah. Koordinator pasukan semut Syafii mengatakan bahwa pihaknya telah menggalang relawan kebersihan dari kalangan mahasiswa dan pelajar untuk membersihkan sampah yang ditinggalkan oleh jamaah istighotsah.
“Target kami ada sekitar 1.000 relawan pasukan semut yang akan diterjunkan di dalam dan di luar GOR untuk membersihkan sampah yang berserakan. Ini bentuk kepedulian anak muda NU terhadap kebersihan,” pungkas pengurus PMII ITS Surabaya ini. ud/duta.co


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: