Pengajian Habib Rizieq di Bangil Ricuh, Jamaah Teriak-Teriak Memprotes Ceramahnya

MusliModerat.net - Kegiatan tabligh akbar yang menghadirkan Habib Rizieq Syihab sebagai pembicara di  di Alun-alun Bangil, Kabupaten Pasuruan, Rabu (12/4) pagi, diwarnai ketegangan. Kejadian itu muncul setelah salah satu peserta merasa tidak terima dengan ceramah yang disampaikan Ketua FPI pusat itu.
Dari pantauan di lokasi, pengajian umum yang digelar oleh salah satu komunitas yang ada di Bangil itu awalnya berjalan lancar. Acara yang digelar sejak pukul 07.00 WIB itu  dihadiri ribuan jamaah. Sejumlah ulama sempat memberikan ceramahnya. Mulanya, caramah berjalan tenang.
Namun hingga beberapa saat kemudian, ketegangan muncul, ketika Habib Rizieq menyampaikan ceramahnya. Tiba-tiba saja muncul kegaduhan aatas aksi protes yang dilontarkan dari salah satu jamaah, yang diketahui bernama Yasir Arafat, asal Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Pada saat itu, Yasir tak terima, dengan kalimat yang sempat diucapkan Habib Rizieq. Merasa tak nyaman atas ceramah tersebut, ia berteriak lantang untuk menurunkan Habib Rizieq dari atas panggung.
Hal itu pun memantik perhatian para jamaah lain dan panitia. Untuk menghindari amarah jamaah yang lain, panitia mengamankannya. Bersama petugas kepolisian, Yasir dibawa ke Mapolres Pasuruan, agar tidak menimbulkan kegaduhan di arena tabligh akbar tersebut. Ratusan petugas kepolisian yang berada di lokasi, mampu meredam jamaah lainnya agar tak terprovokasi atas kegaduhan itu.
“Yang bersangkutan beralasan, karena ada kata-kata Habib yang membuat ia tidak terima. Bahkan ia sempat berkoar-koar agar bisa menurunkan Habib Rizieq dari atas panggung dan mencari-cari panitia kegiatan. Karena kami tidak ingin ada amarah dari jamaah yang lainnya, terpaksa kami pun memilih untuk mengamankannya, ”ungkap Fahmi, salah satu panitia kegiatan kepada wartawan.
Pihak kepolisian kemudian mencoba untuk melakukan mediasi, untuk menenangkan masing-masing pihak. Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Khoirul Hidayat menguraikan, ada kesalahpahaman sehingga memunculkan sedikit persoalan dalam pengajian tersebut. “Cuma salah paham. Kami coba untuk melakukan media agar persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik-baik, ” beber dia.
Kapolres Pasuruan AKBP M Aldian menuturkan, pengajian yang digelar di Alun-alun Bangil tersebut mendapatkan pengamanan dengan mengerahkan ratusan personel. Bukan hanya dari pihak kepolisian, tetapi juga TNI serta Satpol PP Kabupaten Pasuruan.
“Total ada 200 personil dari petugas kepolisian yang kami lakukan. Jumlah itu belum termasuk anggota dari Satpol PP sebanyak 40 personil serta TNI sebanyak 40 personil,” tandas dia.
Pihaknya menambahkan, pengamanan itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan serta adanya kemungkinan penolakan dari pihak lain terhadap acara tersebut. Namun, selama kegiatan berlangsung, tidak ada penolakan seperti aksi demo dan aksi lainnya. Sehingga kegiatan berjalan tertib. “Semuanya lancar. Tidak ada kemacetan berarti ataupun penolakan seperti aksi demo,” tutupnya. dul/duta.co


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: