NU Masuk Jakarta Lewat Habib Ali Kwitang

Baca Juga

MusliModerat.net - Di Catat oleh AlHabib Ali Assegaff menantu dari AlHabib Ali kwitang,Dulu sewaktu NU berdiri dan akan masuk kota Batavia Habib Ali meminta kepada salah satu murid dan sekaligus kawannya yaitu KH Achmad Marzuqi bin Mirshod untuk pergi ke daerah Jombang untuk melihat langsung apa itu NU dan apa saja tujuannya,dan KH Achmad Marzuqi pergi dan sekembalinya langsung mengkhobarkan prihal organisasi NU kepada Habib Ali.

Setelah mendengar penjelasan tersebut Habib Ali meminta kepada seluruh murid muridnya untuk bergabung di Organisasi NU diantaranya KH Muhammad Naim,KH Abdurajak Ma'mun dan yang menonjol ilalah KH Achmad Marzuqi bin Mirshod.

Oleh karna hal tersebut beberapa kali KH Hasyim Asyari berkunjung kekediaman Habib Ali di Kwitang,Bahkan tatkala mengantarkan putranya ke Batavia KH Hasyim mewanti wanti untuk senantiasa ambil keberkahan dari Habib Ali Kwitang
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah bercerita bahwasanya dimasa beliau kecil senantiasa membiasakan untuk datang ke Kwitang dan membaca beberapa Kitab dihadapan Habib Ali secara langsung.

Oleh sebab itu peran Habib Ali di dalam NU menyedot perhatian para Habaib di Jawa untuk ikut bergabung dalam NU,Namun Habib Ali selalu menolak bila di tawarkan untuk duduk di kepengurusan NU,Tetapi beliau akan selalu hadir bila NU membuat acara seperti Rapat Akabar di lapangan Ikada dan salah satunya Muktamar Partai Nahdatul Ulama di Tahun 1959
Kedekatan Habib Ali membuat seluruh pimpinan PBNU ingin dekat dan menyempatkan untuk datang ke Majlis beliau setiap ahad pagi,Bahkan KH Hasan Gipo selalu menemani Habib Ali bila berada di Kota Ampel untuk ber Ziarah,Seluruh nya seperti KH Hasyim Asyari,KH Wahid Hasyim,KH Masykur,KH Dahlan,KH Idham Chalid,KH Abdurrahman Wahid dan KH Hasyim Muzadi
Yang selalu hadir di Majlisnya Habib Ali adalah KH Masykur,KH Saefudin Zuhri,KH Fatah Yasin,KH Achmad Saichu dan KH Idham Chalid.

Di Tahun 60an Habib Ali mengajak KH Ali Mansyur Sidik untuk membacakan Sholawat Badar di Majisnya,dan Shalawat tersebut pada akhirnya menjadi Syiar,Sholawat Badar tersebut kini identik dengan Sholawatnya NU
KH Wahab Hasbulloh dalam kesempatan pidatonya di Majlisnya Habib Ali pada saat itu menyebutkan
" Habib Ali ini Pintu gerbang kota Jakarta setelah Habib Kramat Luar Batang dan Habib Ustman bin Yahya,di Zaman ini siapa saja harus meliwati gerbangnya agar masuknya tidak tersasar,siapa saja yang sudah masuk dalam pintu gerbangnya insyaalloh Selamat dan Barakah ............ Barakah Anak keturunannya Kanjeng Nabi SAW ........ Beruntunglah bagi yang sudah masuk didalamnya ".

Sanad Shahih: Antoe Dzibril

Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: