Sabtu, 08 April 2017

KH Agoes Ali Masyhuri akan Umrohkan Jamaah Istighatsah yang Terkhusyuk

MusliModerat.net - Pemangku Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Lebo, Sidoarjo, KH Agoes Ali Mashuri yang juga wakil rais syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim akan memimpin langsung jalan sehat bersama ribuan santri dan warga dari pondok pesantrennya menuju stadion Gelora Delta Sidoarjo, untuk mengikuti Istighotsah Kubro dalam rangka hari jadi NU ke-94 tahun, Minggu (9/4) mendatang.
“Nanti akan saya pimpin langsung, setelah berjamaah Subuh lalu coffee morning baru berangkat ke GOR Delta Sidoarjo. Ada sekitar sepuluh ribu santri dan warga sekitar yang akan ikut jalan sehat,” ujar Gus Ali, sapaan akrab KH Agoes Ali Mashuri, di sela-sela press conference Istighotsah Kubro di Kantor PWNU Jatim Jalan Masjid Al Akbar Surabaya, Kamis (6/4).
Yang menarik, lanjut Gus Ali, pihaknya juga akan memberikan door prize berupa paket umrah dan sepeda motor bagi para peserta jalan sehat dan istighotsah kubro. “Door prize-nya tak usah diundi tapi langsung saya tunjuk. Syaratnya yang paling khusuk saat istighotsah. Yang beri hadiah kan saya, jadi terserah saya,” kelakarnya.
Menurut Gus Ali, Istighotsah Kubro dengan tema “Mengetuk Pintu Langit, Menggapai Nurullah” itu merupakan usulan dari para kiai sepuh dan kiai pondok pesantren atas berbagai persoalan yang dialami bangsa dan negara Indonesia.
“Berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini, seperti maraknya aksi kekerasan dan krisis keteladanan kepemimpinan di berbagai tingkatan itu merupakan akibat dari keringnya misi keilahian. Makanya para kiai berijtihad mencari solusi dengan menggelar istighotsah kubro sebab kekuatan doá itu di atas segala-galanya,” tegasnya.
Ditambahkan Gus Ali, ada sebanyak sembilan kiai sepuh yang akan memimpin doá istighotsah. Antara lain KH Anwar Mansur, KH Miftakhul Akhyar, KH Zainuddin Jazuli, KH Nurul Huda Jazuli, KH Nawawi Abdul Jalil, Lora Cholil Asád Samsul Arifin, KH Azzahim Ibrohimi, KH Tamim Romly, dan KH Anwar Iskandar.
Berdasarkan data PBB, kata Gus Ali, Indonesia masuk lima besar negara yang tidak aman bersama Syiria, Iraq, Afganistan, dan Yaman. Para kiai menduga salah satu penyebabnya adalah karena masyarakat sangat mencintai agama tapi kurang mencintai bangsa dan tanah airnya.
Hal ini tentu bertolak belakang dengan pesan Hadratus Syech KH Hasyim Asyári selalu menekankan kepada warga NU agar mencintai tanah airnya karena itu sebagain dari Iman (Hubbul Wathon Minal Iman).
“NU itu seperti payung berada di tengah-tengah untuk mengayomi. Di Indonesia saat ini ada  kelompok Islam yang enggan mengakui kebhinekaan, di sisi lain ada kelompok yang getol dengan kebhinekaan tapi tidak tekun dalam beragama, NU berada di tengah-tengah untuk mengayomi dan harus besar supaya semakin banyak yang bisa diayomi,” imbuhnya.
Perhelatan Istighotsah Kubro kali ini juga jadi ajang bagi NU untuk komitmen dengan persoalan kebersihan khususnya sampah. Koordinator pasukan semut Syafii mengatakan bahwa pihaknya telah menggalang relawan kebersihan dari kalangan mahasiswa dan pelajar untuk membersihkan sampah yang ditinggalkan oleh jamaah istighotsah.
“Target kami ada sekitar 1.000 relawan pasukan semut yang akan diterjunkan di dalam dan di luar GOR untuk membersihkan sampah yang berserakan. Ini bentuk kepedulian anak muda NU terhadap kebersihan,” pungkas pengurus PMII ITS Surabaya ini. ud/duta.co
Advertisement

Advertisement