Bupati Kutai Timur dan Ribuan Banser Tandatangani Petisi Tolak HTI dan Kelompok Anti NKRI

Baca Juga

MusliModerat.net - Bupati Kutai Timur Ismunandar dan Wakil Bupatinya Kasmidi Bulang mengawali penandatanganan petisi tentang penolakan keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan faham anti NKRI.
Penandatanganan petisi yang kemudian diikuti ribuan personil Ansor dan Banser merupakan rangkaian Apel Kebangsaan dalam rangka Harlah GP Ansor ke-83 di Kalimantan Timur yang dipusatkan di lapangan Swarga Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Senin, 24 April 2017. Ribuan Banser dan Ansor datang dari penjuru wilayah di Kalimantan Timur.
Pasukan Banser dalam Apel Kebangsaan di Kutai Timur.

Bupati Kutai Timur Ismunandar menegaskan, kesetiaan Ansor dan Banser dalam mempertahankan ideologi Pancasila dan NKRI sudah tidak dapat diragukan.
“Mulai zaman kemerdekaan sampai pemberontakan PKI yang terdepan Ansor dan Banser. Tidak dapat kita pungkiri Ansor dan Banser telah mengukir tinta emas sejarah di repulbilk ini. Karena Ansor dan Banser sudah bertekad mempertahankan negara kesatuan republik Indonesia,” lanjut Ismunandar disambut riuh tepuk tangan ratusan peserta Apel Kebangsaan.
Islam Nusantara sebagai identitas nasional, kata dia, harus dipertahankan dari kelompok Islam yang mengatasnamakan pembaharuan dan pemurnian ajaran Islam.
“Banyak orang melecehkan Islam Nusantara, tapi itulah ciri kita yang harus kita pertahankan. Kalau ada yang membawa Islam yang baru-baru atau pembaharuan itu yang perlu kita waspadai,” jelas Ismu.
Dicontohkannya, hampir semua negara di Timur Tengah masih menghadapai perpecahan dan perang saudara yang tidak berkesudahan akibat adanya kelompok yang memaksakan keyakinannya.
Usai penandatangan petisi tolak HtI.

“Jangan kita terpecah belah, sekarang kita melihat negara-negara yang tadinya aman tenteram masuk paham-paham baru yang katanya pembaharuan tapi malah menjadi hancur, saudara-saudara kita di Suriah. Tapi saya yakin selama Ansor dan Banser berdiri di garda terdepan mempertahankan NKRI saya yakin bahwa Indonesia tetap utuh,” tegasnya.
“Untuk itulah kecamatan-kecamatan yang belum terbentuk Bansernya segera dibentuk,” jelas Ismunandar.
Dalam amanahnya, Inspektur Upacara yang juga Ketua Wilayah GP Ansor Kalimantan Timur, Fajri Alfarobi menegaskan, tidak akan tinggal diam kepada kelompok-kelompok yang ingin mengganti ideologi Pancasila maupun NKRI.
“Kita dihina bahkan di fitnah kita pun ditertawakan sudah biasa dan masa bodoh, sahabat-sahabat kita memang bukan yang terbaik dalam menjaga NKRI tapi saya memastikan kita terlatih dalam menjaga republik ini,” tegas Robi.
Ia menyampaikan perihal ketangguhan Ansor dan Banser dalam mengawal dan menjaga NKRI dari segala ancaman.
“Kita ingin sampaikan dengan saudara-saudara kita di sebelah sana yang ingin memaksakan diri mengganti falsafah negara yang mencoba-coba mengganggu republik ini serta mencoba-coba mengganggu agama kita, kita akan katakan kepada mereka sekali mereka pukul kita akan pukul sepuluh kali, sepuluh kali mereka pukul kita akan pukul seratus kali,” ujarnya menegaskan. (Hery/kabar5.com)

Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: