Bayangkan jika Banser tidak ada, Indonesia Sudah Hancur

;
MusliModerat.net - Peran Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Dalam Membentengi NKRI Dibanding Ormas – Ormas Kepemudaan Lainnya.
Sejak reformasi pada tahun 1998 yang lalu, ketika kran demokrasi dibuka, banyak paham-paham yang masuk ke Indonesia dengan bebas. Tidak sedikit dari paham-paham itu yang menolak demokrasi dan Pancasila tapi memanfaatkan hasil demokrasi untuk menancapkan pengaruhnya di bumi Indonesia, seperti Wahhabi, PKI, Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin.
Maka tidak heran jika problem di Indonesia semakin komplek, di saat persolaan ekonomi belum pernah tertuntaskan, di sisi lain gangguan yang mengancam NKRI sudah semakin massif dan terorganisir rapi.
Puluhan ledakan bom yang dilakukan oleh Wahhabi melalui jaringan terorisnya sudah sering terjadi di Indonesia. Belum lagi teror-teror pemikiran dan opini juga terus dilakukan oleh Wahhabi melalui web, buku, radio dan televisi sehingga dapat mempengaruhi pemikiran umat islam di Indonesia.
Tapi sungguh disayangkan, komitmen Pemerintah saat ini dalam menjaga NKRI dan Pancasila sudah mulai dipertanyakan kalau tidak dikatakan layak untuk diragukan. Buktinya banyak kelompok-kelompok yang jelas-jelas menolak Pancasila dan mengancam NKRI tapi malah bisa bergerak leluasa bahkan menjadi ormas resmi yang terdaftar di Kemenkumham.
Wahhabi mendirikan MMI (Majelis Mujahidin Indonesia), JAT (Jama’ah Anshirut Tauhid), FUI (Forum Umat Islam) dan sebagainya. Hizbut Tahrir yang sudah dilarang di negara asalnya Yordania, tapi di Indonesia malah bisa menjadi ormas resmi yaitu HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Ikhwanul Muslimin yang di negara asalnya, Mesir sudah menjadi organisasi bawah tanah, tapi di Indonesia malah bisa mendirikan Partai Keadilan (PK) yang pada tahun 2004 berubah menjadi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang bisa ikut Pemilu dan mendulang suara cukup signifikan.
Nahdlatul Ulama, ormas yang didirikan Para Ulama sejak berdirinya pada tanggal 31 Januari 1926 sudah mempunyai komiten cukup tinggi dalam berperan menjaga NKRI dan Pancasila. Karena Pancasila dan NKRI ini merupakan hasil perjuangan para leluhur kita, ketika berjuang melawan kolonial. Bahkan sejak sebelum NU berdiri, Para kyai dan Santri sudah berjuang mempertaruhkan nyawa melawan kolonial demi kejayaan NKRI. Kiranya, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa NU adalah satu-satunya ormas yang masih dengan lantang menyuarakan NKRI Harga Mati dan mempunyai kesetiaan cukup tinggi kepada Pancasila sebagai dasar berbagsa dan bernegara.
GP (Gerakan Pemuda) Ansor yang merupakan salah satu Banon (Badan Otonom) NU yang menangani bidang kepemudaan dan menaungi Banser (Barisan Ansor Serbaguna) juga mempunyai kepedulian yang tinggai kepada NKRI.
Ansor merupakan cikal bakal dari Syubbanul Wahton (Pemuda Tanah Air) yang didirikan pada tahun 1925 oleh KH. A. Wahhab Hasbulloh, satu tahun lebih dahulu dibanding NU berdiri, yang kemudian setelah NU berdiri, Syubbanul Wahton bergabaung dengan NU lalu menjadi banomnya, GP. Ansor. Dalam berbagai peristiwa yang mengncam eksistensi Pancasila dan NKRI, GP. Ansor dan Banser sudah banyak menunjukkan perannya yang signifikan.
Pasca Kemerdekaan Banser telah membabat habis PKI, setehah beberapa tahun kemudian Di Tulungagung Jawa Timur, kurang lebih ada 25 truk personil Banser diturunkan untuk membubarkan kegiatan HTI yang diselenggarakan di masjid Al Munawar, Tulungagung Jawa Timur  pada Kamis malam 21 April 2016. Hampir saja terjadi bentrok fisik antara Banser dan HTI. Tapi akhirnya HTI membubarkan diri. Anehnya pada peristiwa itu diketahui satu anggota polisi aktif yang menjadi anggota HTI.
Di Jombang Jawa Timur, Banser berhasil membubarkan HTI yang amenggelar deklarasi Khilafah di depan Masjid Jami Baitul Mukminin, Alun-alun Jombang, Sabtu 30 April 2016. Keberhasilan Banser Jombang ini didukung penuh oleh pemerintah dan aparat setempat.
Banser Surabaya yang didukung penuh anggota Polsek Simokerto, Surabaya berhasil membubarkan kegiatan HTI, pada Minggu 1 Mei 2016. Kegiatan Muktamar Tokoh Umat 1437 di SIBEC Convention Hall ITC, Jalan Gembong Surabaya yang diselenggarkan oleh HTI ini ternyata tak mengantongi izin.
Masih pada Minggu 1 Mei 2016, Banser Jember membubarkan Muktamar Tokoh Umat yang diselenggarakann oleh HTI Jember di Gedung New Sari Utama di Jalan Hayam Wuruk, Jember. Tapi sayangnya, Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif malah memaksa Banser untuk membubarkan diri. Disinyalir bahwa Bupati Jember, dr. Faida memang simpatisan HTI aktif.
hti sesat sekali
Kasus Jember ini memancing protes banyak pihak kepada Kapolres dan Bupati Jember. Betapa tidak, HTI yang jelas-jelas anti Pancasila dan NKRI malah terkesan dilindungi. Sehingga Polres Jember memanggil ketua panitia acara HTI tersebut, setelah diusut ternyata acara HTI Jember tersebut tidak sesuai dengan izinya. Izinnya untuk pengajian Isra’ Mi’raj tapi ternyata berisi materi pengajian tentang Khilafah.
Masih banyak lagi peran serta GP (Gerakan Pemuda) Ansor dan Banser dalam berkiprah menjaga dan mengawal Pancasila dan NKRI di berbagai daerah lain. Lalu ke manakah ormas-ormas kepemudaan lainnya ?
Di negara kita, ada banyak ormas kepemudaan baik yang berbasis agama maupun nasionalis yang menerima asas tunggal Pancasila seperti Pemuda Muhammadiah, Pemuda Pancasila (PP), Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI), Pemuda Panca Marga (PPM), Generasi Muda FKPPI, FPPI (Front Perjuangan Pemuda Indonesia), Genep Dara, Forum Komunikasi 124, Angkatan Muda Marhaen, Relawan Desa Nusantara, Gerakan Bela Negara, dan sebagainya. Ketika terjadi kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada tindakan makar atau merongrong NKRI, kita jarang atau bahkan tidak mendengar peran mereka dalam melindungi Pancasila dan NKRI kecuali GP Ansor dan Banser.
Bangsa Indonesia merindukan para pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan dari berbagai elemen untuk ikut serta menjaga dan mengawal Pancasila dan NKRI dari setiap rongrongan seperti para pendahulu mereka saat mendeklarasikan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta yang melahirkan semangat heroik untuk bersatu dan membela tanah air Indonesia.
Ataukah saat ini memang hanya pemuda Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam GP Ansor dan Banser saja yang masih mempunyai kepedulian terhadap eksistensi Pancasila dan keutuhan NKRI??. Wallahu A’lam.
Oleh : Ust. Dafid Fuadi, M.Kub (Direktur Aswaja NU Center Kabupaten Kediri)


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: