Bantahan atas Pernyataan Negatif Din Syamsuddin tentang Masjid KH Hasyim Asyari

;
MusliModerat.net - Rakyat di ibukota Jakarta, khususnya ummat Islam, menyaksikan sebuah peristiwa sangat penting pada Sabtu, 15/4/17, ketika Presiden RI, Joko Widodo (PJ), meresmikan Masjid Raya Kota Jakarta yang diberi nama Masjid KH. Hasyim Asy’ari itu. Peresmian Masjid ini menandai terpenuhinya cita-cita PJ dan juga harapan rakyat di DKI akan adanya sebuah Masjid Raya utk Jakarta. Selama ini Masjid Istiqlal dianggap sebagai landmark Masjid Ibukota, padahal ia adalah Masjid Negara yang digagas oleh Presiden RI 1, Bung Karno.
Kendati peresmian Masjid KH Hasyim Asy’ari itu tak luput dari perbedaan pandangan dan bahkan tudingan yang sangat tidak masuk akal, namun pada akhirnya peristiwa bersejarah tersebut tetap dilangsungkan, bahkan maju sehari. Tentu masih akan ada pihak-pihak yang memersoalkan peresmian Masjid tersebut, terutama mereka yang selalu mengaitkan ihwal tsb dengan politik khususnya Pilkada DKI 2017, putaran ke 2.
Tak kurang dari mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan mantan Ketua Umum MUI, Prof. Dr. Din Syamsuddin (DS), yang mengusulkan agar peresmian Masjid tsb ditunda sampai Pilkada usai pada 19 April. Alasan Ketua Dewan Pertimbangan MUI tersebut adalah bahwa:
1) Peresmian Masjid oleh Presiden tersebut “hanya akan mengganggu ketenteraman atau menambah ketegangan dalam masyarakat jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI..”, karena akan dihadiri Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (BTP), alias Ahok;
2) Peresmian itu “akan mempertontonkan dengan kasat mata bahwa Presiden Jokowi tidak netral, lantaran akan dinilai berpihak kepada pasangan calon nomor 2 Ahok-Djarot.”;
3) Peresmian tersebut diangggap oleh beliau berbau kampanye Pilkada, karena “dengan peresmian masjid tiga hari sebelum Pilgub, diharapkan akan ada efek positif bagi Ahok dari kalangan pemilih Muslim.”; dan
4) Adanya kontroversi bahwa Denah Masjid itu dari atas berbentuk lambang agama lain. Karena itu perlu “diperbaiki dulu agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari (yakni akan dianggap sebagai ‘masjid dhirar’ atau ‘masjid yang membahayakan’ karenanya harus dijauhi).
Masjid KH. Hasyim Asy’ari
Hemat saya alasan no 1 tidak relevan karena dengan majunya acara peresmian Masjid tersebut, Gubernur Ahok yang masih non-aktif pada hari itu tidak ikut hadir, dan Plt. Gub Sumarsono yang hadir. Alasan No 2 dan 3, juga mengada-ada karena rencana PJ untuk membangun Masjid itu sudah lama, saat beliau masih Gubernur DKI. Kalaupun ada yang menganggap berbau kampanye Pilkada, saya kira hal itu tergantung pada perspektif yang dipakai. Resiko dituding sebagai pemihakan akan selalu muncul, dan itu merupakan bagian yang sulit dihindari.
Alasan yang No 4, menurut saya sangat tidak masuk akal dan cenderung tendensius serta mencerminkan pandangan yang sempit, datanglah ke masjid langsung maka bentuk-bentuk yang dituduhkan hanyalah Hoax, selain itu Jika kecurigaan tersebut dipakai, bagaimana dengan fakta bahwa arsitek Masjid Istiqlal adalah seorang non Muslim? Lalu berbagai ornamen yang ada di Masjid juga bisa saja dilihat dari sisi lambang agama “lain” misalnya silhuet Bintang Daud. Demikian pula jika DS melihat arsitek masjid-masjid bersejarah di Jawa, seperti Masjid Demak dan lainnya yang dipengaruhi arsitek Hindu, dll. Apakah semua harus “diperbaiki” menuruti selera para pencuriga itu? Inilah yang menurut hemat saya pandangan sempit dan bisa jadi hanya sentimen-sentimen negatif belaka!
Walhasil, saya sangat mengapresiasi peresmian Masjid KH Hasyim Asy’ari oleh PJ tersebut dan hal itu menunjukkan komitmen beliau yang tinggi terhadap Jakarta dan warganya, dan tentu saja penghormatan kepada sang Pahlawan Nasional, Ulama, pendiri dan Roisul Akbar jam’iyyah NU. Insya Allah seluruh warga Jakarta akan merasa bersyukur dan berterimakasih kepada PJ yang telah menorehkan sejarah bagi Ibukota NKRI itu.
Sumber: Muhammad A S Hikam (fb), Mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: