Ayo Bertaubat!! Jangan saling Mencaci dan Menuduh Munafik karena Beda Pilihan


Oleh : Muhammad Faishol*
MusliModerat.net - Ekses perseteruan politik akhir-akhir ini ternyata makin panas. Apalagi diwarnai dengan aksi yang katanya bela Islam dengan simbol ‘nomor togel’. Pasca kejadian tersebut, beberapa teman di Facebook saling curhat diblokir temannya karena berbeda pandangan.
Tak hanya itu, dari puluhan grup Whatsapp yang saya ikuti, banyak anggota grup tiba-tiba keluar. Setelah ditelusuri, ternyata alasannya sederhana, mereka berbeda pandangan, kemudian adu debat, ada yang baper, keluar deh.
Dua contoh peristiwa sederhana yang mungkin di alami banyak orang akhir-akhir ini. Seakan-akan perbedaan identik dengan permusuhan. Bukankah perbedaan itu sesungguhnya fitrah? Bukankah perbedaan itu adalah anugrah dari Tuhan yang diberikan pada kita.

Lihat saja, pertama kali Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, ya, laki-laki dan perempuan. Kenapa Tuhan tidak menciptakan adam satu, adam dua, adam tiga dan seterusnya saja. Kan di dunia ini biar sama semua. Atau Tuhan menyamakan otak manusia agar hanya memiliki satu keyakinan beragama, tapi toh kenyataannya ada banyak agama bahkan ada ribuan macam kepercayaan di dunia ini.  Artinya, Tuhan saja menghendaki adanya perbedaan, lah ini kok ada makhluk baru kemarin sore, kalau ada yang berbeda pendapat di anggap munafik, sesat, bahkan kafir. Semakin trend saja kata-kata tuduhan itu. HEBAT, sekarang manusia sudah berani mengambil hak prerogatif Tuhan.
Mari kita membuka mata dan membuka hati. Kita lihat sekeliling kita. Alhamdulillah, dapat kita lihat indahnya warna-warni bunga, warna-warni satwa, dan segala keragaman lain yang menjadi perhiasan dunia. Coba kita bayangkan seandainya kita hanya mengenal warna hitam saja! Maka dunia ini hanya akan terlihat gelap!

Tanpa adanya warna-warni dan perbedaan, hidup kita tidak akan semeriah dan seindah sekarang bukan?

Begitu juga dengan kehidupan kita, dimana setiap diri kita akan  selalu berhadapan dengan segala macam perbedaan dan warna-warni kehidupan.

Tapi sayangnya, tidak semua orang mampu untuk melihat perbedaan yang ada sebagai sebuah kekayaan dunia. Banyak orang malah merasa tersiksa atau terganggu dengan adanya perbedaan alias mereka tidak mampu menikmatinya.

Mari bersama-sama kita mengambil air wudhu, kemudian sholat taubat, dan mulai kita syukuri nikmat dan anugrah Tuhan berupa perbedaan ini.

Muhammad Faishol; @PecintaGusDur, mudah-mudahan diakui sebagai santri beliau.






Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: