Trans TV Darurat Wahabi, Khalid Basalamah akan isi Berita Islam Masa Kini

;
MusliModerat.net - Berdasar Posting terbaru Kajian Khalid Basalamah, ustadz Wahabi ini akan mengisi kajian Tayangan Trans TV "Beriman" pada Kamis 9 Maret 2017, padahal ia termasuk Dai Wahabi yang kontroversial yang perlu ditolak, kenapa Trans TV kembali berulah, berulang kali Trans Corp menayangkan Kajian yang berbau Wahabi, kali ini akankah terulang lagi?

Beberapa catatan di bawah ini kiranya cukup jadi alasan untuk memblokir ustadz tersebut dari ceramahnya. Walau ceramahnya membahas rumah tangga, tapi bisa merembet kepada hasutan takfiri. Berikut adalah dosa-dosa Khalid Basalamah:
1) Menyebut Orang Tua Nabi Muhammad Kafir
Pemilik nama asli Khalid Zeed Abdullah Basalamah itu pernah menyebutkan kalau orang tua Nabi termasuk kafir. Karena itu, orang tua Nabi, masuk neraka. Kurangajar banget kan! Dia tidak mengenal masa vakum kenabian (fatroh), apalagi soal konsep hidayah. Bahkan pengikutnya banyak yang membebek menyebut orang tua nabi menyembah berhala, syrik dan kafir. Innalillah.
Perkataan Khalid Basalamah menyakitkan umat Islam, terutama keturunan langsung dari Nabi Muhammad. Tanpa perasaan, Khalid hanya berujar, “itu memang yang dikatakan Nabi, mau bagaimana lagi”. Ia tidak pernah berpikir, Andai Ibunda Nabi tidak selamat dari neraka, apa Khalid Basalamah akan selamat?
2) Tsunami Aceh Karena Maksiat
“Sebab Terjadinya Tsunami di Aceh,” Khalid yang juga pemilik Resto Ajwad di Jakarta itu dengan tanpa rasa sungkan menuduh kalau Tsunami Aceh disebabkan karena banyak warga di Serambi Makkah melakukan maksiat dengan mengonsumsi ganja dan menamam ganja. Itu pernah dikatakan olehnya pada Mei 2016. Akhirnya ia meminta maaf.
3) Gempa Jogja Disebut Sebagai Akibat Orang Jogja yang Suka Freeseks
Karena tidak ada yang menggugat di media, tuduhan Khalid Basalamah soal Gempa Jogja 2016, tidak terlalu meluas. Namun ia mengaitkan dengan maksiat warga Jogja. Andai saja si Khalid ini tidak mengaitkan langsung dengan nama kota, ia akan baik-baik saja.
4) Menyebut Sayyidina Sebagai Merendahkan Nabi
Sayyidina, yang bermakna “Baginda Tuan Kami” sebagaimana disematkan kepada Nabi Muhammad Saw malah disebut oleh Khalid doktor lulusan Universitas Tun Abdul Razzak (Malaysia) itu sebagai merendahkan Nabi.
“Ini (kata Sayyidina) kalau diucapkan kepada Nabi Saw menurunkan derajat Nabi Saw, karena kata yang lebih mulya, lebih tinggi adalah Nabi dan Rasul,” begitu kata Khalid. Naudzubillah.
Karena itulah, ia mengajak orang lain mengikuti dosanya itu, dengan mengatakan, “kalau saran saya, dan kembali pendapat para ulama, lebih baik kata Sayyidina ditinggalkan dari Nabi Saw karena akan menurunkan derajat beliau Saw,” katanya.
5) Menyebut Kaki Allah Gede Sekali
Ini memang keyakinan tauhid wahabi yang dianut oleh Khalid Basalamah. Ia menyebarkan paham mujassimah sehingga menyebut Allah ada Arsy dan mengatakan kaki Allah sangat gedeee sekali sehingga disebut sebagai Allah Akbar. Naudzubillah.
Khalid yang keturunan keluarga Wahabi dari Basalamah itu sebetulnya banyak membualkan kontroversi sehingga dosa-dosa fatwanya sangat bejibun kalau ditulis. Dia pernah mengatakan kalau buaya itu halal dimakan, ironisnya, dia hanya mendasarkan pada teks dalil tanpa metode.
Khalid Basalamah al mal’unah, juga pernah menyebut kalau Nabi Muhammad itu menggauli para budak tanpa menikah. Kekurangajaran Khalid Basalamah ini jelas bertentangan dengan genetika ideologi NU, Banser dan Ansor, yang sejak awal memang berdiri tegak melawan paham-paham yang diusung Khalid Basalamah Cs laknatullah.
Jadi, tanpa diperintah, jika ada orang-orang macam Khalid Basalamah, Firanda Ad Durjana, Reza Basalamah, dkkm bakal menghadapi kader-kader aswaja. Dosa-dosa Khalid terlalu banyak dan terlalu sulit dimaafkan kecuali dia meminta maaf secara terbuka. Tapi lihatlah, dia akan terus membantah, lalu dibela para bahlulers Nusantara al wahabi. 


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: