Tertarik dengan NU menjadi Alasan Murni Lestari Masuk Islam

;
MusliModerat.net - Ruang kerja Sekjen PBNU di Lantai 3 Gedung PBNU Jakarta Pusat, menjadi tempat bersejarah bagi Murni Kristi Lestari (35). Sebab di sana pada Senin (13/3), Murni memantapkan diri menjadi seorang mualaf. Dengan penuh keyakinan, Murni mengikuti bimbingan Ketua PBNU KH Abdul Manan Gani mengucapkan dua kalimat syahadat.

Kedatangan Murni untuk bersyahadat, diantar ibunya, Titi Ismunarti, yang juga telah menjadi mualaf pada 1988 silam. Tetapi pilihan Murni masuk Islam, bukan karena ikut-ikutan, apalagi karena tekanan ibunya.

“Ibu tahu banget saya seperti apa, nggak bisa dipengaruhi. Saya masuk Islam karena pilihan sendiri. Ya selama ini butuh waktu untuk mencari jalan,” ungkap pegawai di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Lombok Timur itu.

Murni sesungguhnya tidak asing dengan umat Muslim. Pasalnya tugas Murni di bagian HRD, menyebabkannya berinteraksi dengan pegawai lainnya yang juga beragama Islam. Lagipula, kota Lombok sendiri sangat kental dengan tradisi Islam.

Niat Murni masuk Islam sudah lama ia pendam. Namun, Murni mengaku sangat berhati-hati dengan. Islam menurutnya saat ini banyak aliran. Ia berterus terang bahwa salah satu hal yang mendorongnya masuk Islam adalah karena kemoderatan dalam Islam.

“Moderat, itu yang saya lihat di teman-teman NU, dan itu yang menarik bagi saya,” ujar Murni.

Prosesi masuk Islamnya Murni juga disaksikan Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU Robikin Emhas, Dekan Fakultas Hukum Universitas Nahldatul Ulama Indonesia Muhammad Afifi.

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, menyampaikan Islam pada prinspinya memudahkan, juga sangat menyukai sikap saling menolong.

“Jadi nanti kalau belum bisa salat, belajar pelan-pelan. Lalu lakukan sebisanya, sambil terus melakukan peningkatan ibadah,” nasihatnya kepada Murni.

Sementara itu Ketua PBNU Robikin Emhas menambahkan orang yang baru masuk Islam, berarti menjadi orang yang fitri. Kesalahan-kesalahan di masa sebelum menjadi Muslim, dihilangkan. Seperti kertas putih yang belum digunakan.

Oleh karena itu, orang Muslim harus mengisinya dengan kebaikan akhlak. 

“Akhlak yang baik kepada Allah dengan ibadah, dan akhlak baik kepada sesama manusia yaitu dengan berbuat baik kepada sesama manusia,” pesan Robikin. (Kendi Setiawan/Fathoni/NU Online)


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: