Seruan Boikot Trans TV Pasca Undang Tokoh Wahabi Khalid Basalamah

MusliModerat.net - Merespon ustadz wahabi yang ditolak oleh umat Islam Sidoarjo namun justru didukung oleh statiun Trans TV, Forum Umat Islam Damai menyerukan kepada umat Islam seluruh Indonesia untuk memboikot acara “Berita Islami Masa Kini”. 
Ketua Forum tersebut, H Ali Murtadlo, menyatakan bahwa ajaran Wahabi menjadi virus perpecahan di tengah umat Islam di Indonesia. “Mereka suka membid’ahkan, mesyirikkan dan mengafirkan yang tak segaris dengan ajarannya. Tak sedikit Rakyat Indonesia dan kemajemukan negeri yang telah menjadi korban,” kata Muratdalo  Kamis (09/03/2017) sore.
Menurutnya, bila program religi stasiun televisi nasional dikuasai paham yang makin menjauhkan masyarakat dari nilai keagamaan sebenarnya, maka paham dan tradisi Islam yang tumbuh dan berkembang di negeri ini akan menyimpang. “Yang paling mencolok adalah stasiun televisi Trans-TV,” terangnya. 
Karena itulah, ia menyatakan sudah waktunya umat Islam secara serentak memboikot program acara televisi yang sudah berkali-kali juga ditegur oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI Pusat). “Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) mengeluarkan sanksi administratif Teguran Tertulis Kedua untuk program acara “Berita Islami Masa Kini” yang dibawakan oleh Teuku Wisnu di Trans TV tahun 2015 lalu,” ujar Murtadho.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam sebuah program TV bertajuk “Berita Islam Masa Kini” Trans TV, Teuku Wisnu selaku pembawa acara program itu menyatakan keharaman amaliah ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) mengirim atau menghadiahkan bacaan Qur’an Surat Al-Fatihah untuk mayit.
“Program siaran yang berisi perbedaan pandangan atau paham dalam suatu agama wajib disajikan secara berhati-hati, berimbang, dengan dai tanpa masalah, yang berkompeten dan dapat dipertanggungjawabkan,” imbuhnya. 
Selama ini, kata Murtadho, acara Trans TV tersebut cenderung ke salah satu paham yang gemar merasa benar sendiri berdasarkan argumen yaitu “dalil-dalil” tekstual, lalu menyalahkan paham lain, “harus segera dihentikan dan diganti dengan suguhan pemahaman orang Islam bahwa Islam itu beragam, majemuk, plural, damai dan menyejukkan,” tandasnya.
Ia berharap jangan sampai ada oknum yang tidak tahu sejarah pergerakan Indonesia, bagaimana perjumpaan Agama dan Negara, lalu mengatakan Indonesia harus diubah negara kafir.
“Ayo bergerak bersatu cegah virus ajaran wahabi yang meresahkan dan mengadu domba umat Islam dengan cara mengirim pengaduan terkait acara wahabi agar segera ditutup dan memboikot stasiun televisi yang telah sudi memberikan tempat pada mereka.,” serunya. [MM]


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: