Rabu, 15 Maret 2017

Ridwan Kamil: Dalam Diri Saya Mengalir Darah “Hubbul Wathon-nya NU

MusliModerat.net - Gema Shalawat yang diadakan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Barat, Senin (13/03) di Masjid Raya Bandung, berlangsung khidmat dan meriah.
Selain dihadiri ribuan nahdliyin dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Barat, juga dihadiri sejumlah tokoh diantaranya Mutasyar PBNU KH.Mustofa Bisri, Ketua PWNU Jawa Barat KH.Hasan Nuri Hidayatulloh, Kapolda Jabar Anton Charlian, Aster Pangdam III Siliwangi dan Walikota Bandung Ridwan Kamil.
Dalam sambutannya Ridwan Kamil menyampaikan harapannya kepada organisasi NU untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan Negara terutama dalam menangkal zaman penuh fitnah dan hoax saat ini.
“Kita harapkan NU bisa terus menjadi yang terdepan dalam menampilkan Islam yang ramah, bukan Islam yang marah yang belakangan terlihat dimana-mana. Yaitu Islam yang Rahmatan lil ‘alamiin. Bukan Islam yang pandai kutip2 ayat untuk kepentingan kelompoknya”,kata pria yang akrab disapa Kang Emil ini disambut tepuk tangan hadirin bergemuruh.
Sambil mengutip ayat “Fa bi ayyi aalaaa’i rabbikuma tukadzibaan”, Kang Emil mengajak hadirin untuk senantiasa bersyukur atas nikmat keamanan dan ketentraman di Negara Indonesia dibandingkan dengan bangsa lain yang terus menerus diliputi peperangan.
“Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang engkau dustakan? Kita bangsa Indonesia ini aman dan sejahtera. Coba lihat Negara-negara Timur Tengah. Lihat Iraq, Afghanistan, Yaman, Suriah, dll. Lalu lihat negara ini yang kita bisa tidur, ibadah, kerja dengan aman dan nyaman. Apakah kita rela untuk merusak nikmat ini?”, ungkapnya
Suami Atalia Praratya yang belakangan menyatakan siap maju dalam Pilgub Jabar 2018 ini juga mengatakan bahwa secara nasab dan ajaran merupakan bagian dari Nahdlatul Ulama (NU), yakni dari kakeknya KH. Muhyidin, pendiri Pesantren Pagelaran Subang. KH. Muhyidin ini merupakan Panglima Laskar Hizbulloh wilayah Subang yang turut berjuang melawan penjajahan Belanda.
“Dalam darah saya mengalir “hubbul wathan” nya NU”, ungkap Emil. (Edi).
Advertisement

Advertisement