Minggu, 19 Maret 2017

KH Maimoen Zubair: Islam Sarang bukan dari Wali Songo, tapi dari Bangka Belitung

MusliModerat.net - Di acara Silaturrahim 'Alim-Ulama Nusantara, moment berkumpulnya para Ulama sepuh seindonesia dan jajaran PBNU Pusat, 16 Maret 2017 M., Syaikhona Maimoen Zubair Hafidhohullaah ta'aalaa memberikan klarifikasi atas anggapan atau isu yang selama ini menerpa Beliau. Mbah Maimoen mengaku sering dianggap sebagai pendukung/pro ahok. Dawuh Beliau ini sontak membuat para hadirin tertawa.
Mbah Yai Maimoen menyatakan bahwa Islam di Sarang penyebarannya bukanlah dari Wali Songo, akan tetapi dari para penda'wah Islam berkebangsaan Cina dari wilayah Bangka Belitung yang kemudian menyebarkan Islam ke tanah Jawa yang pertama kali di Sarang, Rembang Jawa Tengah. Dan sampainya Islam di Sarang ini di masa Mojopahit, lebih dahulu sebelum datang para Wali Songo, bukan dari Demak atau negeri-negeri Islam lainnya di nusantara ini. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Ayahanda Beliau, KH. Zubair Dahlan dari Mbah Beliau terus dari para buyut Beliau.

Dan sebagai ungkap sejarah ini, Beliau membuat prasasti dengan membangun gerbang pintu masuk jalan menuju Masjid Blitung di dusun Blitung desa Kalipang yang berjarak empat kilometer-an arah barat desa Sarang, yang bertuliskan "MASJID JAMI' WALI BLITUNG". Di belakang masjid tersebut juga terdapat makam Wali Belitung.
Beliau ungkapkan bahwa para kyai-kyai Sarang terdahulu mengaji di Blitung, Kyai Umar Ibn Harun, kerabat dekat Kyai Cholil yang merupakan kakek moyang KH. Mushthofa Bisri, pun dulu mengaji di Blitung. Bahkan kitab-kitab untuk mengaji dulu pun dari Blitung.
Pernyataan inilah salah satu alasan mengapa Syaikhona Maimoen sering dianggap sebagai pendukung/pro ahok. Beliau tidak pernah mendukung ahok sama sekali. Dalam majlis-majlis pengajian Beliau sering mengungkapkan bahwasannya orang kafir, seandainya sangat hebat pun tetap tidak akan masuk surga.
Dan Beliau memperingatkan bahwasanya suku cina penduduk Bangka Blitung itu asalnya menganut agama Islam akan tetapi banyak yang murtad dan ini merupakan keteledoran umat Islam karena kurangnya da'wah Islam. (mfr.ppalanwar)
Advertisement

Advertisement