Bahaya, Gerakan ISIS Melibatkan Anak-anak Indonesia

MusliModerat.net - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya telah menerima laporan bahwa 129 orang asal Indonesia telah dideportasi oleh sejumlah negara. Diduga, mereka berusaha bergabung dengan kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Delapan dari 129 orang tersebut adalah anak-anak. Tiga anak perempuan dan lima anak laki-laki.
Seperti yang dilaporkan oleh Riau Online bahwa para WNI ini sekarang telah ditempatkan di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bambu Apus, Jakarta Timur, Sabtu (25/03).
Di RPSA, para WNI tersebut mendapatkan proses penyembuhan trauma atau healing dan konseling. Menurut Khofifah banyak anak yang mengaku dalam keadaan terguncang.
“Rata-rata dari mereka mengalami trauma saat penggerebekan oleh aparat kepolisian di Turki. Itu rupanya masih sering kali mengalami trauma,” tutur Khofifah.
Sebanyak 129 orang yang ditempatkan di Bambu Apus, merupakan WNI yang dideportasi sejak Januari 2017 lalu. Kebanyakan dideportasi dari Turki, perbatasan yang dekat dengan Suriah. Sebagian ada pula yang dideportasi dari negara Jepang, Singapura, dan Mesir.
Khofifah menambahkan, Kemsos masih fokus menjalankan perawatan bersama psikolog dan konselor. Dua lembaga, yakni Densus 88 Anti Teror dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme juga dilibatkan.
Khofifah mengaku tak mengetahui berapa lama pelayanan ini diberikan pada anak-anak. “Beda treatment. Tergantung keputusan terakhir dari Densus dan BNPT,” ucap Khofifah. Meski begitu, ia berjanji akan mengembalikan anak-anak itu kembali ke keluarganya masing-masing.(fd/Riau Online/Tempo)


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: