Syeikhah Sulthonah az-Zabidi, Seorang Wanita yang Menjadi Waliyullah

;
MusliModerat.net - Diceritakan oleh Al Imam Al Quthub Al Habib Ali bin Muhammad Bin Husein Al-Habsyi, bahwa di Yaman ada seorang wali agung perempuan bernama Syeikhah Sulthonah az-Zabidi rha. Pekerjaan beliau ini selalu bersholawat kepada Rasulullah Saw. Saking hebtnya, tiada pekerjaan lain selain sholawat, kecuali di saat sholat.

Pada suatu ketika beliau mendapat suara ghaib, yang meminta beliau minta apa saja, pasti diqabulkan.
Namun beliau sebagai seorang ahli tashawwuf yang memiliki mursyid, jadi beliau tidak langsung mengucapkan permintaannya. Beliau menemui guru beliau dari keluarga Baqushair, dan menanyakan kepada Guru beliau “Apakah ada di dunia ini ada maqam kewalian yang tidak ada lagi maqam sesudahnya??”
Jawab guru Beliau : “Ada, yakni bertemu secara jaga dengan Rasulullah Saw”.
Kemudian Syeikhah Sulthonah meminta agar dipertemukan secara jaga dengan Sayyidina Rasulullah Saw. Seketika itu juga Rasulullah ada di hadapan beliau.

Pada jaman beliau banyak orang-orang titip salam kepada Rasulullah saw lewat beliau, bahkan Rasulullah titip menasihati kepada Syeikhah Sulthonah untuk orang-orang sekitar Syeikhah Sulthonah.
Bahkan Syeikhah Sulthonah berani menjamin syurga bila orang2 berziarah ke tempat beliau pada hari Senin akhir bulan, dikarenakan saat itu Rasulullah saw hadir di tempat beliau.
Begitu tingginya maqam kewalian beliau, sehingga beliau mengetahui maqam kewalian orang-orang, kecuali dua orang, yakni Habib Abdurrahman as-Segaf bin Muhammad Mawla Dawilah r.a, dan anak beliau Habib Abu Bakar as-Sakran r.a. Dua orang Habib yang hidup jaman beliau.
Maqam mereka tidak diketahui odan tidak bisa dijangkau oleh Syeikhah Sulthonah karena begitu tingginya.
Setiap kali Syeikhah Sulthonah mau mengejar maqam mereka, maka maqam mereka melesat begitu cepat dan jauhnya ke atas.

Kata Syeikhah Sulthonah lagi, beliau sudah mengetahui siapa saja di antara wali-wali yang berkunjung kepada Beliau, kecuali 2 orang, yakni Habib Abdurrahman as-Segaf bin Muhammad Mawla Dawilah r.a dan anak beliau habib Abu Bakar as-Sakran r.a, karena mereka bisa langsung ada di hadapan Syeikhah secara tiba-tiba tanpa diketahui oleh Syeikhah Sulthonah.
Hanya saja, kata beliau, bila Habib Abu Bakar as-Sakran mau bertemu, ada suara ghaib dr langit yang mengatakan :”Telah datang seorang sulthon anak seorang sulthon”. Ya, karena Habib Abu Bakar adalah seorang Sulthonul Awliya, dan ayah Beliau pun seorang sulthonul Awliya.
Demikianlah bagaimana maqam seorang awliya yang bertemu secara langsung dengan Rasulullah. Begitu tingginya dan begitu mulianya.

Kata Habib Ali, apa lagi dengan para sahabat Rasulullah Saw (r.anhum ajmaiin), mereka bertemu secara langsung dengan Rasulullah dengan kondisi Rasulullah secara nyata, sedangkan para wali sesudahnya bertemu dengan beliau Saw pada alam yang lain.
Sungguh bertemu beliau secara jaga melebihi nikmat syurga sekalipun. Para sahabat sudah mendapatkan syurga firdaus sebelum memasukinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:
‘Janganlah kalian mencaci maki para sahabatku! Janganlah kalian mencaci maki para sahabatku! Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya, seandainya seseorang menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka ia tidak akan dapat menandingi satu mud atau setengahnya dari apa yang telah diinfakkan para sahabatku.’” ( HR. Muslim ).
Alangkah ruginya orang-orang yang berakhlak buruk kepada para sahabat Rasulullah Saw .


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: