Selasa, 21 Februari 2017

Sesatkan NU dalam Khutbah Jum'at, Khatib ini Dibanserkan



Saat mediasi bersama polisi dengan Syamsudin, khatib provokator, di MWC NU Masaran, Ahad (19/02/2017)
MusliModerat.net  - Seorang yang diketahui bernama Syamsudin, Jumat pekan lalu (10/02/2017) membuat gaduh jamaah shalat Jumat di Masjid al-Ikhlash, Jembangan, Masaran, Sragen, Jawa Tengah karena menyampaikan khutbah provokatif soal ormas.

Jika di Jakarta para khatib membuat gaduh mengafirkan para pemilih salah satu calon gubernur, maka Syamsudin, menghina NU. Dalam khutbah yang harusnya khusyuk, ia mengatakan, "jangan ikut ulama dan jangan ikut NU karena hal itu sesat".

Tidak ada reaksi dari jamaah karena khutbah harus dijaga kondisinya agar tetap tenang. Namun, salah satu anggota Banser yang mendengar dan menajdi saksi khutbah kurangajar itu tidak tinggal diam. Setelah ia melaporkan kejadian di masjid kepada Satkoryan Banser setempat, ia menyisir mencari identitas sang khatib.

Tak lama berselang, beberapa anggota Banser yang menyisir menemukan Syamsudin (khatib) ada di Pasar Masaran. "Ia ternyata berprofesi sebagai tukang parkir," kata Krisna, Sekretaris Cabang GP Ansor Kabupaten Sragen, Ahad (19/02/2017).

Syamsudin, khatib parkir Pasar Masaran
Kepada Dutaislam.com, Krisna menyatakan kalau daerah kejadian perkara itu kebetulan adalah basis LDII, MTA, MD dan kelompok radikal Islam.

Di pasar, Syamsudin, -tukang parkir yang nyamar jadi khatib itu,- diinterogasi maksud dan tujuan ceramahnya oleh salah satu anggota Banser. Tidak mau menanggung risiko selanjutnya, ia akhirnya "menyerahkan diri" kepada MWC NU Masaran Sragen.

Pada Ahad (19/02/2017) pagi, bersama pihak kepolisian sebagai mediator, Syamsudin kemudian mendatangi Gedung MWC NU Masaran untuk mengklarifikasi khutbah kurangajarnya dan lalu meminta maaf. Perkara sudah selesai di tingkat mediasi.

"Jika masih berlanjut, akan didatangi Banser lagi," kata salah satu anggota Banser Sragen, Nur Khotib. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement

Advertisement