Selasa, 07 Februari 2017

Misteri sebuah pesan di balik tembang Jawa Sluku Sluku Bathok

MusliModerat.net - Banyak berbagai penafsiran yang berbeda tentang Makna Filosofi Tembang Sluku Sluku Bathok ini. Namun kali ini makna tembang ini disarikan berdasarkan Khozinatul Asror (Sayyid Muhamad Haqqi Anazli 1261H).

Di dalam menyebarkan agama Islam, para wali songo pada waktu itu menyampaikan pesan dan wejangannya melalui berbagai macam cara, termasuk diantaranya melalui tembang tembang jawa, lagu dolanan dan lain sebagainya.

Sedangkan salah satu hasil karya peninggalan para wali pada waktu itu dan yang terkenal dan populer di masyarakat Jawa diantaranya adalah Tembang “Sluku Sluku Bathok “. Namun tentang siapa yang menciptakan tembang ini adalah masih simpang siur, ada yang mengatakan tembang ini diciptakan oleh Sunan Giri (Syaih Ahmad Ainul Yaqin) dan ada pula yang mengatakan itu adalah ciptaan sunan Kali Jaga atau bahkan yang lainya.

Tapi yang jelas bahwa lagu ini diciptakan oleh salah satu dari wali sembilan atau ulama pada zaman itu. Yaitu pada kira-kira th 1400-an. Pada tahun 1261H atau sekitar th 1800-an, Sayyid Muhammad Haqqi Annazli menulis kitab Khozinatul Asror dan di dalamnya ditemukan sebuah kata-kata yang sangat mirip bila disandingkan dengan syair tembang ini.

Sedangkan kitab tersebut banyak menjelaskan tentang ilmu Haq filqolbi, seperti misalnya tentang Dzikir dan tentang Thoriqoh.

Filosofi tembang Jawa Sluku Sluku Bathok
Dikutip dari puspotajem.com, syair tembang Sluku Sluku Bathok dan kalimat-kalimat Syair yang ada di kitab Khozinatul Asror tersebut yang ternyata mengandung makna filosofi yang tinggi, yaitu tentang cara atau jalan yang harus ditempuh untuk mendapatkan ilmu Haq Filqolbi.

Dan syair/lirik bahasa arab nya beserta maknanya adalah sebagai berikut:

SLUKU SLUKU BATHOK ..BATHOKE ELA ELO..Usluk sulukal baqo’…baqo’uhu laailaaha illalloohSIROMO MENYANG SOLO ,OLEH – OLEHE PAYUNG MOTHASirro maa yashilu ilalloh fahayyun laa yamuut..TAKJENTHIT LOLO LOBAH .. WONG MATI ORA OBAHFajadid lahul hubbah ..fabatinuhu bil makrifah..YEN OBAH MEDENI BOCAH.. YEN URIP GOLEKO DUIT..Bayyinul mahabbah bidawaamil muroqobah.. Bayyinul makrifah bil baqoo’I tafwidz...

Arti bahasa jawa nya kira kira
Nyilem, Nyilemo siro kanti langgeng.. kelanggengan iro klawan Laa ilaaha illallooh.Rahasianing ati iro bakal iso wushul maring Alloh kang tansah urip ora tau mati.Lan bakal Nukulke katresnan iro mareng Alloh.. lan batin iro biso makrifah.Wujute tresno iku langgenge takorup mareng Alloh.. wujute makrifah iku kekale manunggal marang sifate gusti.


Dan berikut ini penjelasan singkatnya, 

SLUKU SLUKU BATHOK BATHOKE ELA ELO
USLUK SULUKAL BAQO' BAQOO'UHU LAA ILAAHAILLALLOOH

“Menyelam lah (laku suluk dan Dzikir) dengan jalan Holwat dan uzlah, dengan terus menerus melatih dan melafalkan kalimah dzikir Laa ilaahaillalloh di lisan maupun di dalam hati (tentu dengan bimbingan seorang guru mursyid).

Sedangkan pengertian Holwat dan uzlah secara simpelnya adalah menyepikan diri dari keramaian dengan niat memutuskan diri dari segala urusan duniawi sementara, dan semasa Holwat [Planet Merdeka]
Advertisement

Advertisement