Keunikan Banser


MusliModerat.net - Mungkin, ini cuma mungkin. Di antara sekian banyak organisasi, Banser adalah organisasi yang unik. Organisasi semi otonom, memiliki gebyar dan kekuatan setara, bahkan mungkin melebihi organisasi induknya. Karena Banser lebih banyak muncul di permukaan pada event event tertentu.
Beda dengan organisasi kelaskaran lainnya, Banser memiliki garis komando yang beda. Disamping ada garis komando struktural, mulai Satkornas di tingkat pusat, sampai Satkorkel di tingkat Ranting, Banser juga memiliki garis komando lokal non struktural alias kultural, yang itu terkadang komando struktural tidak bisa berkutik.
Saat digelar istighotsah kubro tahun 1997 di Makodam V Brawijaya, salah seorang korlap Banser tiba2 dipukul oleh salah seorang anggota Banser, setelah diusut, ternyata Banser yang main pukul tersebut adalah anggota Banser yang dibawa oleh seorang Gus, yang mana dia hanya mau tunduk dan patuh pada perintah Gus-nya.

Di Situbondo, setiap menghadiri pengajian di mana saja, KH Kholil As'ad, selalu membawa serombongan anggota Banser. Ini mungkin satu2nya kiai yang masih setia dan sangking cintanya dengan Banser. Dan, ketua PC Ansor tidak mampu "mengendalikan" mereka.
Di Pasuruan, di pesarean makam Kiai Hamid, setiap hari tidak kurang dari 6 orang anggota Banser secara ship bergantian untuk berjaga di sekitar masjid Al Anwar. Salah seorang anggota yang saya ajak ngobrol saya tanya,"kenal Rizal (Saiful Rizal, ketua PC Ansor kota Pasuruan) ?).
"Wah saya gak kenal mas". Jawabnya.
Di Kencong, awal2 reformasi, KH Dawam Anwar, salah seorang mantan Banser tahun 1965, diposisikan oleh sahabat Banser sebagai guru spiritual, sekaligus Panglima Banser Kencong. Beliau cukup loman untuk urusan Banser.
Di Jawa Tengah, Al Habib Luthfi juga diposisikan untuk menduduki jabatan sebagai Panglima Tinggi Banser. Mendudukkan beliau sebagai Panglima Banser dalam rangka untuk tabarukan dan ngalap berkah atas kesediaan beliau yang selalu ngemong Banser.
Begitu juga Gus Nuril (KH Nuril Arifin), beliau Panglima Banser secara kultural, karena dedikasi beliau sebagai pejuang di lingkungan Nahdlatul Ulama, sebagai mantan komandan PBM.
Kesediaan beliau untuk mau diposisikan ataupun dengan kemauan sendiri, sebagai Panglima, perlu diapresiasi, karena tidak sedikit kiai NU yang mengadakan kegiatan pesantren tidak mau menghadirkan Banser.

Ra Kholil, adalah Panglima Banser
Habib Luthfi, adalah Panglima Banser
Gus Nuril, adalah Panglima Bannser
Dan Banser butuh Panglima2 seperti beliau2.
Ketika ziarah di makam KH Hamid Pasuruan, saya sempat ngobrol dengan anggota Banser yang sedang piket, yang kebetulan namanya sama dengan saya. Dengan iseng ssya tanya,"Siapa nama ketua Ansor Pasuruan ?".
Dengan tangkas gaya Banser dia jawab,
"GUS IPUL"

Oleh : Abd Rohim Ansor


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: