Minggu, 19 Februari 2017

Gus Mus: Krisis Ruh Dakwah, yang Tidak Sependapat Disikat

MusliModerat.net -  KH A. Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus mengatakan, belakangan ini masyarakat Indonesia mengalami krisis semangat berdakwah (ruhud dakwah). Sehingga yang terjadi saling menyerimpung terhadap mereka yang berbeda pandangan. Hal tersebut disampaikan Gus Mus pada pengajian umum dalam rangka peringatan satu abad Qudsiyyah Kudus, Jawa Tengah Sabtu (6/8).
“Karena krisis ruhud dakwah, orang berbuat sesukanya. Ada orang sesat disikat, ada yang tidak cocok disikat. Ini tidak benar,” tandas kiai yang juga Mustasyar PBNU ini,
Gus Mus juga mengatakan masih banyak orang yang belum memahami arti berdakwah. Mereka sering menyamakan berdakwah dengan amar ma’ruf nahi mungkar, padahal keduanya sangat berbeda.
“Dakwah itu mengajak kebaikan, sementara amar makruf artinya memerintah; nahi mungkar melarang. Kita harus bisa bedakan antara ajak, perintah dan larangan. ” terang Gus Mus.
Gus Mus juga mengajak umat Islam untuk mengikuti jejak keberhasilan dakwah ulama-ulama dulu termasuk dengan apa yang diwariskan Mbah Asnawi.
“Ruhud Dakwah yang dikembangkan Kiai Mbah Asnawi dan ulama lainnya membuat ajaran Sunan Kudus ataupun Wali Songo masih berlaku hingga sekarang. Dulu Mbah Asnawi mengajak orang masuk surga kelak, sekarang orang malah seakan ingin mengangkangi surga. Lainnya disuruh di neraka,” kata Gus Mus menyidir..
Dalam pengajian bertema “Meneladani kearifan KHR Asnawi” ini, Gus Mus mengungkapkan tiga keteladan yang dimiliki pendiri NU asal Kudus ini. Disamping memiliki ruhud dakwah, Mbah Asnawi juga mempunyai kecintaan ilmu pengetahuan terutama ilmu agama dan selalu berjiwa keindonesiaan.