Aksi Damai 112 di Istiqlal Diwarnai Ajakan "Membunuh PKI"

DutaIslam.Com - Acara "Tausiyah dan Doa Untuk Keselamatan Bangsa" yang berlangsung di Masjid Istiqlal Jakarta hari ini (Sabtu, 11/02/2017) sangat nampak sekali bukan mengademkan situasi, tapi malah justru banyak hasutan. Dutaislam.com memantaunya via siaran langsung I-News Tv.

Muhammad al-Khatthat yang saat itu bicara kepada ribuan jamaah yang hadir pun sempat mengajak agar masyarakat luar daerah peserta aksi 112 tidak pulang duluan sebelum tanggal 15 Februari 2017, hari pencoblosan.

Khattat mengajak kepada warga luar DKI Jakarta agar ikut berpartisipasi dalam Shalat Subuh Berjamaah pada pagi hari sebelum pencoblosan, lalu sarapan bersama dan memantau jalannya Pilkada langsung. "Pulangnya tanggal 16 saja," kata Khattat, panitia acara dari Forum Umat Islam (FUI).

Masjid Istiqlal yang biasanya ramai dengan jamaah pengajian, dalam pantauan Dutaislam.com berubah jadi arena kampanye pilkada. Bahkan pengahsutan. Ada seorang pembicara (penceramah) berlogat Betawi yang memprovokasi massa dengan isu bodong kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Saat ustadz ini mengasut, I News Tv langsung jeda iklan
Ustadz itu mengatakan, jika PKI nantinya akan membunuh para jenderal, kiai, ulama, harus dibunuh duluan. "Kalau PKI mau bunuh ulama kita, maka kita harus siap membunuh duluan, setuju?" teriak sang ustadz tersebut. Stasiun I News Tv pun langsung jeda iklan dan teriakannya tidak berlanjut.

Kiai dari Bondowoso saat menyampaikan kalimat "isy ma syi'ta fainnaka mayyitun (hiduplah semaumu, kau akan mati),"- kalau semua orang mati dan jadi bangkai, ia disoraki ger geran hadirin ketika sampai pada keterangan, "Pak Jokowi...maatti, Jenderal.....mattti". Sangat senang sekali hadirin mendengar ceramahnya.


"Daripada mati di atas kasur, lebih baik mati di medan tempur," imbuhnya. Ia mengajak "beriman" kepada Habib Rizieq dan Bachtiar Nasir. "Jika si Ahok bebas melenggang, kami berjuang sampai titik darah penghabisan, apal?" teriaknya lagi, dilanjut ceramah Amien Rais yang berbicara singkat soal thaghut dan ulama syadz (menyimpang).

Aksi damai yang disebut 112 itu, diakui atau tidak, terkesan politis karena memang mengajak hadirin untuk memilih pemimpin muslim. Bahkan Muhammad Al-Khattat (aslinya Gatot), sempat menyumpah hadirin dengan cara mengajak kepada peserta yang bersedia untuk mengacungkan jari ke atas.

Nampak beberapa tokoh nasional hadir dalam acara, misalnya Muhammad Nuh, Habib Rizieq Shihab dan lainnya. Wiranto juga dikabarkan hadir di Istiqlal. [dutaislam.com/ab]

Liputan Duta Islam


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: