Aksi Bela Ulama Oleh Warga NU Tahun 98 yang Menggugurkan Banyak Nyawa

;
MusliModerat.net - Warga NU berdarah-darah ketika melakukan Aksi Bela Ulama pada pertengahan tahun 1998 hingga awal tahun 1999.
Sekedar mengingatkan kembali peristiwa yang menjadi noktah hitam dalam sejarah Indonesia. Peristiwa pembantaian para ulama NU yang konon dilakukan oleh sisa-sisa pendukung rezim Orde Baru yang tumbang pada pertengahan Mei 1998. 

Awal kejadian bermula di Banyuwangi yang kemudian terkenal dengan sebutan pembantaian dukun santet. Satu persatu ulama NU yang menjadi tokoh di desa-desa tumbang dibantai secara keji oleh sekelompok orang yang mengenakan topeng yang biasa dipakai oleh pasukan khusus. Aksi ini meluas hingga ke seluruh wilayah tapal kuda di timur pulau Jawa. Menyaksikan ini warga NU tentu tidak tinggal diam menyaksikan ulama panutan mereka dibunuh secara keji. Maka mulailah dibentuk lasykar anak muda NU yang dibekali olah kanuragan tinggi dan segala ilmu kesaktian lainnya. Seluruh pendekar Pagar NUsa turun gunung membentengi tiap pesantren di tanah Jawa dari penyusup. Hasilnya puluhan hingga ratusan ninja berhasil dilumpuhkan sebagian besar dihabisi di tempat.
Di seluruh wilayah Jawa mobilisasi massa NU yang didominasi anak muda berlangsung dimana-mana. Setiap anggota laskar Garda Bangsa selain dibekali ilmu silat juga diberi bambu kuning yang keampuhannya mampu membuat tubuh lawan lumpuh bila dipukulkan ke salah satu anggota tubuhnya. 

Menanggapi issu pembantaian ulama NU ini, Gus Dur bereaksi dengan gayanya yang khas. "Pelaku pembantaian ulama NU itu adalah ES." kata Gus Dur.
Seperti biasa cara Gus Dur membuka identitas pelaku dengan menyebutkan inisial nama, cukup membuat kebakaran jenggot tokoh yang dimaksud. Mata publik tiba-tiba tertuju kepada Eggi Sudjana sebagai pemilik inisial ES yang memang berseberangan jalan dengan Gus Dur. Eggi Sudjana pun meminta klarifikasi Gus Dur, dan Gus Dur pun meluruskan bahwa ES yang dimaksud adalah Eyang Soe****.

Lantas apa yang terjadi selanjutnya, ternyata inilah awal mula kebangkitan NU setelah runtuhnya rezim Orba. Para ulama khos NU membidani lahirnya satu-satunya partai yang dimiliki warga NU yaitu PKB dan hasilnya PKB berhasil menempati posisi ketiga dalam jumlah perolehan suara pada Pemilu 1999.

Jadi intinya, bagi orang islam yang selama ini merasa bangga dengan Aksi Bela Islam atau Aksi Bela Ulama, cobalah berkaca dengan sejarah yang telah diukir ulama dan warga NU. Bukan mencoba memperbandingkan, tapi menang dalam jumlah massa peserta aksi belum tentu bisa menang dalam kualitas aksi seperti yang dipertontonkan Garda Bangsa dalam Aksi Bela Ulama 1998. Jadi tidak salah bukan jika kami bangga sebagai warga NU dan kami bangga dengan ulama-ulama kami.
Wallaahul Mufawwiq ilaa Aqwamit Thariq.


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: