Santri Nusantara Siapkan Resolusi Jihad Usir Freeport

MusliModerat.net - Jakarta – Forum Santri Nusantara menyiapkan 9 Resolusi Jihad untuk mengusir Freeport dari Indonesia. Sebab, Freeport dinilai telah melakukan politik adu domba sehingga konflik di Papua terus terpelihara.

“Papua harus segera diselamatkan dari ancaman disintegrasi,” kata Ketua Umum Forum Santri Nusantara, Alaik S Hadi, Kamis 23 Februari 2017.

Menurut Alaik, konflik Papua bisa berujung pada disintegrasi bangsa. Oleh karenanya, Papua harus segera diselamatkan. Caranya, dengan mengusir Freeport dari bumi Papua.

“Tegakkan kedaulatan RI, tolak intervensi asing, usir dan nasionalisasi seluruh aset Freeport, Chevron, Exxon Mobil, Shell, Total, Petro China dan Petronas,” tegas Alaik.

Alaik menuntut pemerintah agar segera melakukan nasionalisasi penuh terhadap Freeport, penghentian bertahap penambangan Freeport, pemulihan hak-hak politik-sosial-ekonomi rakyat Papua dan pemulihan lingkungan di sekitar tambang Freeport.

“Juga lakukan audit publik atas perampokan Freeport atas kekayaan Indonesia selama 40 tahun terakhir,” tegasnya.

Alaik juga menegaskan agar liberalisasi perdagangan, pangan dan energi harus dihentikan. “Selain itu kami meminta moratorium seluruh pertambangan,” pungkasnya.

Dalam beberapa hari ini, Indonesia dan PT. Freeport Indonesia tengah berseteru. Sebabnya, PT. Freeport Indonesia merasa pemerintah Indonesia berlaku tak adil dalam penetapan mereka sebagai pemegang IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) dari yang sebelumnya Kontrak Karya.

Menurut Freeport, IUPK tersebut tidak adil karena pemerintah Indonesia mendorong penetapan divestasi saham sebesar 51 persen serta kebijakan pajak yang sifatnya prevailing alias progressif. Hal yang diinginkan Freeport, divestasi hanya di angka 30 persen serta aturan pajak yang bersifat nailed down alias tetap.

Hingga sekarang, perseteruan yang dipicu Peraturan Menteri ESDM No.6 Tahun 2017 perihal izin ekspor konsentrat tersebut belum juga usai. Dampak yang terjadi, ribuan tenaga kerja terancam dirumahkan. Bahkan, Freeport mengancam akan membawa masalah ini ke arbitrase internasional. (rus/ubaid/santrinews)


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: