Toleran, Tabligh Akbar NU di Bali akan Dibantu Pecalang

;
Toleran, Tabligh Akbar NU di Bali akan Dibantu Pecalang
MusliModerat.net -- Sebanyak 35 orang panitia persiapan acara Jamaah Bersalawat mendatangi area selatan lapangan Niti Mandala Renon pada hari Jumat (20/1/2017) pukul 14.25 Wita.

Kedatangan mereka untuk mempersiapkan acara Gema Bersalawat dan peringatan HUT NU ke-91 yang akan dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu (21/1/2017) pukul 19.00 Wita.

Kepada Tribun Bali, Ketua Umum Rotibul Haddad, Choiron Ubaidillah (42) mengatakan, acara tersebut diselenggarakan oleh Majelis Dzikir Rotibul Haddad, Miftahul Hiddayah Alhamidiyah, PCNU Kota Denpasar, Muslimat NU Kota Denpasar, dan Majelis Sholawat Narya Kota Denpasar.
"Acara ini bertujuan untuk turut serta mendoakan keamanan dan kedamaian di Bali khususnya, dan NKRI umumnya," ucap pria asal Jawa Timur yang telah 23 tahun tinggal di Bali.

Acara ini, lanjut Choiron, akan menghadirkan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dan akan dihadiri oleh kurang lebih 5000 jamaah se pulau Bali dan Jawa.
"Untuk itu kami bekerja sama dengan polisi, dinas perhubungan,  serta pecalang setempat untuk membantu menjaga keamanan saat berlangsungnya acara ini," ucapnya.
Terkait isu umat muslim Bali yang diganggu oleh pecalang, Choiron mengatakan bahwa umat muslim di Bali hidup nyaman dan harmonis.
"Pernyataan itu tidak benar. Tidak pernah ada perselisihan dengan warga beragama hindu di Bali, bahkan mereka mendukung acara ini (Gema bersalawat dan peringatan harla NU ke-91, red)," ucapnya
Lanjutnya, jikapun dalam melaksanakan sholat jumat yang bertepatan dengan hari raya nyepi, kita justru diarahkan ketika akan melaksanakan sholat, dan pulang pun juga diarahkan.
"Sepanjang saya di Bali, umat muslim Bali, sebenarnya tidak ada masalah dengan pecalang," tuturnya.

Choiron berpesan, agar seluruh umat islam di Bali, jangan mudah terprovokasi oleh pernyataan-pernyataan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.
"Karena selama ini kita hidup berdampingan dengan agama lain, khususnya agama hindu di bali hubungannya sangat harmonis sekali," katanya.
Pihaknya menolak jika ada ormas radikal yang ingin berkembang atau ingin merusak tatanan toleransi umat beragama di Bali.

Ketua pecalang Tanjung Bungkak, Banjar Sembung Sari, Gede Ardika mengatakan, dalam acara ini pihaknya akan menurunkan 25 pecalang untuk menjaga keamanan.
"Sebagai pecalang kami selalu menjaga toleransi beragama di Bali. Termasuk dalam acara ini," ujar Ardika.

Dirinya menambahkan, Pecalang selalu melakukan pengamanan seluruh acara-acara di Bali selama ini, sepanjang ada informasi.
Tidak hanya acara umat muslim, tetapi juga acara agama-agama besar lain, selama ada informasi dari pihak penyelenggara.(Tribun Bali)


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: