Surat Terbuka Buat "KH Zuhrul Anam Hisyam" yang Hanya Sudutkan Banser

Surat Terbuka Buat "KH Zuhrul Anam Hisyam" yang Hanya Sudutkan Banser
MusliModerat.net -- Alangkah adil dan bijaknya bila tulisan saya sebatas jadi coretan orang bawahan, alias rakyat biasa sebatas sebagai makmum. 
Tanpa bermaksud menghakimi aktor di kedua video ini, dan tanpa fanatik buta pada salah satu pihak aktor.
Maka hendaknya pembacapun tidak kagetan alias jangan terbawa dan jangan tergiring oleh opini publik dari cuplikan video yang "sengaja" diposting oleh pihak-pihak tertentu (secara sepihak) dengan tujuan "menyerang" lawan. 

Simak Kedua Video dibawah ini:
Video 1


_
Video 2



PERBANDINGAN atau KESAMAAN VIDEO
Video 1 ;
Ramai riuh media sosial memposting video seorang (yang jabatanya di NU ) Banser menyerukan "Pembubaran FPI" karena diklaim merusak pluralitas beragama juga menistakan Bhinneka Tunggal Ika.
Dan memfokuskan pihak penggeraknya bermuara dari seseorang yang oleh Banser disebut dengan "Si Riziq".
Yang mana jabatan beliau bukanlah makmum melainkan (ada yang membaiatnya sebagai) Imam Besar (versi mereka sendiri).
Video 2 ;
Habib Riziq melontarkan kata-kata (maaf) yang menurut adab kesopanan masyarakat Indonesia mungkin sangat tidak etis, bahkan anak kecilpun (sekaligus orang tuanya) akan langsung faham dan menyadari untuk tidak menirunya.
Baik kalimat "Goblok" yang ditujukan pada presiden (Ulil Amri), atau kalimat "Pancasila Soekarno", Gus Dur itu buta matanya, dan buta mata hatinya, dll
_
PERBEDAAN ;
Aktor yang satu (Banser) yang hanya makmum, sedang aktor satunya sebagai pimpinan atau "Imam". (ada tanda kutipnya).
Terdapat pepatah;
Keburukan makmum mungkin kembali pada dirinya sendiri, sedangkan keburukan imam berakibat pada dirinya sendiri juga pada pengikutnya.
Dan jangan entheng bawahan, karena gara-gara bawahan (makmum), dapat berakibat kalah perang. Yakni, bawahan yang menjabat sebgai intelijjen-mata-mata karena salah memberikan informasi pada rajanya.
_
MEDSOS JADI SENJATA
Tentu, video semacam ini sangat disukai dan digemari.
Oleh siapa?
Yakni, oleh pihak yang suka provokasi, merasa terancam (dalam hal apapun), merasa tidak nyaman (dalam hal apapun) karena tidak siap menyikapi perbedaan di Indonesia, atau marah (dendam) dan tak terima sehingga menjadikan video via Media Sosial sebagai "Senjata" menyerang balik lawan-lawanya.
_
INFO LEBAY TAK SEIMBANG, BERAT SEBELAH
.
Namun ada kesenjangan dan ketidak seimbangan di kedua video ini :
- Video dengan aktor Banser dimitakan komentar pada Kh. Zuhrul Anam, Sedangkan video Habib Riziq tidak dimintakan komentar.
Agar "mantaaabbb" dikasih embel-embel kata "dengan fasihnya" dan embel-embel "menantu KH. Maimun Zubair".
Andai tidak dikasih embel-embel, mungkin tanggapan pembaca kurang greget.
Lagi pula, komentar itu tak mewakili pribadi Mbah Maimun Zubair, karena beliau justru kita kenal tak mudah bereaksi frontal seperti menantunya.
Andai saja video Habib Riziq juga dimintakan komentar pada beliau, kira-kira apa tanggapanya?
Yaah .. inilah yang sukai pihak perongrong NU untuk memanfaatkan video tersebut sebagai senjata menyerang NU, lantas menuduh "NU Bobrok".
Padahal ... astaghfirulah.. yang menyerang dan yang diserang sama-sama NU-nya.... sama-sama islamnya.. sama-sama "mengaku" demi membangun NKRI tercinta.
Maka, hendaknya para pemakai media soaial (MedSos) jangan kagetan dan jangan tergiring oleh "sebatas postingan di Media".
Ingat, jangan jadikan Info sebagai pedoman bebas, melainkan justru jadikanlah diri anda sebagai pemutus kebijakan.
Jangan jadikan Gogle sebagai Guru, tapi justru jadikanlah diri anda sebagai Guru untuk diri sendiri, dan menjadikan Gogle sebatas pelengkap saja.
____
KOMENTAR SEPIHAK BERMUATAN MENCARI PEMBENARAN SENDIRI
.
Sebelum membaca mari kita buat muqoddimah dulu :
1. Komentar berikut ditulis oleh pihak tertentu dengan Lebay, yakni dengan mnyertakan embel-embel "menantu Kh. Maimun Zubair.
2. Embel-embel kata "fasih". Jelas ini kalimat dari penulis yan berusaha menggiring pembacanya untuk men-sohihkan. padahal
3. Komentar ini sama sekali tidak tepat dipublikasikan mengingat situasi Indonesia saat ini sulit terkontrol karena banyaknya oknum-oknum penebar radikalis dan anti Pancasila.
Maka hendaknya akan lebih bijaksana bila anda (kita) sebagai publik figur jangan mudah mengomentari situasi yang masih ruwet ini. Bukanya jadi solusi melainkan justru menyisakan masalah baru, dan dimanfaatkan pihak tertentu untuk keuntungan pribadi maupun ormasnya.
4. Komentar ini sama sekali bukan komentar yang mewakili Kh. Maimun Zubair. Karena ada kemungkinan Kh. Maimun zubair justri berkomentar tidak sama.
5. Komentar hanya sepihak, dan hanya mengomentari satu video. Maka hendaknya agar adil, video Habib Riziq juga dikomentari.
Bila tidak dikomentari, heemm ... jelaslah sudah, ada muatan cari selamat, cari pembenaran dan penggiringan opini publik untuk di doktrin memusuhi_merongrong NU_Nahdhatul Ulama'.
____
TANGGAPAN SEPIHAK DARI Pribadi KH. Zuhrul Anam
( Sama sekali bukan komentar yang mewakili Mbah Maimun)
.
Berikut tanggapan "sepihak" dari KH Zuhrul Anam (menantu  KH maimun zubair) ketika dimintai komentar terkait video dengan aktor Banser pada video tersebut :


ليس من خلق النهضيين . ذكر الذرية مجردين عن اي لقب تشريف ..سوأ ادب وجرأة ووقاحة. اخاف انه من الايذاء لمن قد يكون من اولياء الله.
والله رايت وسمعت وبكيت, هل الى هذاالحد فساد الخلق الي قد سرى في جسد النهضة؟
وكلام هذا الانصاري وليس بانصاري قط في معرض الاهانة والايذاء . انه من دلائل خمود الايمان وعدم رعاية جانب جده
ومن حقه ان يخالف اي حبيب في رأي ما، لكن حسن الاداب واجب واجتناب ما يؤذي النبي من اوجب الواجبات.
Kelakuan seperti ini bukanlah ciri khas atau Akhlak orang-orang NU. menyebut anak cucu Baginda Nabi tanpa menyebutkan julukan Mulianya. Ini su'ul adab namanya, lancang dan tak tau diri.
Saya Khawatir hal itu bagian dari menyakiti orang yang mungkin saja termasuk dari wali-wali Allah.
Demi Allah aku telah melihatnya, mendengarnya dan saya Menangis, apakah sampai kepada batas ini kerusakan Moral/akhlak yg menjalar di tubuh orang-orang NU??
Ucapan atau pernyataan Anshor ini sama sekali tidak mencerminkan seorang Anshor dalam menghina dan melecehkan. Sungguh itu tanda-tanda Merosotnya Iman. Dan tidak menjaga dari sisi kakek habib Rizieq (Rasulullah shallalahu alaihi wasallam).
Seharusnya jika tidak sependapat dengan Pandangan atau pendapatnya Habib, namun husnul adab tetap wajib, Menjauhi perkara yang Menyebabkan Hati Baginda Nabi tersakiti adalah yang paling Penting dan yang Terwajib.

=====
Ketika disampaikan kepada beliau bahwa tidak semua Keturunan Rasulullah berhak menyandang sebutan habib sebagaimana disampaikan oleh Habib Zain bin Smith
Beliau Kh. Zuhrul Anam Hisyam menjawab dg lisan yg fasih:
هذا واجبهم تواضع منهم وواجبنا احترامهم
Pernyataan / pemahaman itu adalah keharusan mereka sebagai tawadhu dari mereka. Dan kewajiban kita adalah memuliakan mereka.

______
NB ;
Bagaimana komentar kita juga Kh. Zuhrul anam pada video dengan aktor Habib Riziq ...?
Disinilah awalmula pengguna media sosial bebas "ngomong" dengan "cuitan" apapun.
.
Ya Allah ...
Jagalah NKRI kami, tanah air kami, masyarakat kami, pemimpin kami, ulama' kami, agar tetap dalam lindungan dan Ridhomu sebagai Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur ...
Amiin ...

Oleh: MH. Nuril Huda, Blitar 


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: