Habib Abdul Qadir Jailani as-Syathiri: Ciumlah Kaki Ibumu

;
Habib Abdul Qadir Jailani as-Syathiri: Ciumlah Kaki Ibumu
MusliModerat.net - Cium kaki ibu. Saat pulang, cium kaki ibumu. Pikiran yang terbuka, hati yang terbuka akan hidayah, bersumber dari penghormatan kepada orangtua. Ancaman Allah berkali-kali datang bagi orang yang mengacuhkan orangtua. “Ketika datang ridla Allah pada seseorang, sedangkan orangtuanya murka, Allah akan ikut murka. Ketika Allah murka kepada seseorang, namun orangtuanya ridlah padanya, ‘fa ana ‘anhu râdl, maka padanya aku ridla.'” (al-hadits au kamâ qâl)
Cinta dan kasih sayang kepada orangtua inilah yang ditekankan oleh Habib Abdul Qadir Jailani as-Syathiri saat berada di tengah-tengah ribuan santri Ponpes Lirboyo, Senin sore (02/01). Bersanding dengan para masyayikh Lirboyo, beliau memperingatkan santri untuk tidak sekali-kali membuat orangtua susah. Karena apa yang kita perbuat kepada orangtua, juga akan diperbuat oleh anak-anak kita kelak.
Seperti sebelum-sebelumnya, ketika datang seorang terhormat ke pondok, toa tua nan tinggi di tengah-tengah asrama pesantren lantang bersuara, mengomando santri untuk segera berkumpul di serambi Masjid Lawang Songo. Bada Asar, santri-santri berdatangan. Sekejap saja, sudah tidak ada tempat untuk duduk bersila. Sembari menunggu sang tamu tiba, shalawat dari grup rebana bergema. Orang mulia yang ditunggu itu kemudian melewati gerbang, tak lama setelah masyayikh datang.
“fa ‘alaikum bil ijtihâd,” buka beliau. Keponakan Habib Salim bin Abdullah bin Umar as-Syathiri itu mengingatkan pada santri bahwa mereka adalah para pengganti ulama. Maka tidak boleh tidak, para santri harus bersungguh-sungguh dalam belajar. Kiatnya, harus menulis dan terus menulis masalah-masalah dan faedah-faedah. Kerja keras ini, dengan ditemani kesabaran yang tinggi, menurut beliau, akan mengantar santri pada jalur kesuksesan. Beliau mengutip kalimat al-Haddad, (sangat mungkin yang beliau sebut adalah Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad, pengarang ratibul haddad), “orang-orang yang mendapat prioritas di sisi Allah adalah mereka yang penyabar.”
Selain di Masjid Lawang Songo, beliau yang datang langsung dari Yaman itu juga berkenan untuk memberikan mauidzah di aula Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-aat (P3HM). Di sana, pesan-pesan yang beliau ungkapkan lebih khusus bagi para santri perempuan. “Bagaimanapun, kalian akan menjadi ibu. Juga istri. Siapkan itu.” Untuk membangun kualitas ibu dan istri yang baik, patut bagi para santri untuk mencermati bagaimana laku hidup Rasulullah saw. “Beliau sangat cinta pada kebersihan. Makanya, jaga kebersihan kalian. Bersihnya badan, kamar, dapur, dan juga bersihnya hati.” Beliau prihatin dengan prilaku istri-istri dewasa ini. Mereka berdandan, memakai wewangian, mengenakan baju ala pengantin baru, justru ketika keluar rumah.“Sementara untuk menyambut suaminya, mereka memakai pakaian seadanya. Yang kotor, bolong-bolong. Bau. Awut-awutan. Seperti jin,” tutur beliau sambil menunjukkan mimik menyeramkan.Hadiraat sontak tertawa menyambut candaan beliau itu.
Dawuh beliau selanjutnya adalah perhatian pada keramahan dan kesantunan terhadap sekitar. Karena Rasulullah pernah menyiratkan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang mampu membangun hubungan baik dengan manusia lain, lebih-lebih tetangga.
Dalam kesempatan itu, beliau mengungkapkan rasa terima kasih kepada para ulama, karena telah dengan susah payah menjaga kemurnian ilmu. Membangun rumah mudah, ujar beliau, namun membangun pesantren tidak bisa dibandingkan dengan itu.]lirboyo.net[


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: