Beda Banget, Jangan Samakan NU dengan FPI

Baca Juga

Oleh: Fahmi Zakaria
MusliModerat.net - NU dan FPI adalah dua hal yang berbeda. NU itu ya NU, FPI itu ya FPI. Jangan disamakan karena tidak sama dan tak akan pernah sama. Diantara titik perbedaannya adalah:
1. Kronologis "asbabun nuzul" pembentukan, cara pembentukan dan siapa pembentuknya. Kalau NU dibentuk ulama zuhud, sedangkan FPI di masa Orba/reformasi (diawali Pam Swakarsa jaman Wiranto).
2. Beda dalam menafsirkan (Islam) liberal. Dalam penafsiran liberal ini, FPI satu kubu dengan Wahabi/HTI. Pokoknya yang tidak sehaluan dengan mereka, langsung dicap liberal.
3. Dalam memandang segala persoalan "keagamaan" hanya dari dimensi aqidah dan syariah, minus tasawuf. Sehingga hasilnya kaku, karena syariah/fiqh itu sifatnya hitam putih. Pendekatan hukum biasanya lebih kaku dibanding pendekatan akhlak/tasawuf.
4. Dalam penerapan "trio" ukhuwah, hanya ditekankan ukhuwah Islamiyah saja. Sedangkan ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah tidak terlalu dipentingkan.
5. Memandang semua golongan Syiah (di Indonesia) adalah Rafidhah (semuanya), padahal ada Syiah yang non-Rafidhah.
6. Kebencian terhadap Syiah melebihi kebencian terhadap Wahabi sehingga cenderung berkubu dengan Wahabi, tentunya juga dengan HTI. Jarang sekali mengkritik Wahabi/HTI. Padahal kalau Awaja "asli" itu baik Syiah atau Wahabi sama-sama bermasalah.
7. Menghujat Gus Dur dan semua orang yang sepemikiran dengan beliau (Kiai Said, Gus Mus, Habib Quraisy Shihab, dll) dengan tuduhan Islam Liberal ataupun Syiah, padahal FPI gagal paham, justru cara berfikir Gus Dur itu mencerahkan sehingga disebut ISLAM PENCERAHAN. Islam pencerahan inilah dalam penilaian FPI/Wahabi/HTI (dalam hal ini disamakan dalam satu kubu) disebut Islam liberal. Padahal bukan liberal, tapi pencerahan.
Jadi NU dan FPI itu berbeda. Membedakan keduanya bukan berarti memecah belah umat Islam. Justru dengan berbeda tersebut sehingga bisa fastabiqul khairat. Mengapa sih kok takut akan perbedaan? Berbeda itu tidak mesti pecah jika dibarengi dengan rasa saling menghormati dan menghargai. Orang yang takut dengan perbedaan biasanya rasa saling menghormati dan menghargainya sudah hampir sirna, sehingga takut berbeda lalu memaksakan persamaan, memaksakan pendapat, yang tidak sama sepertinya langsung disalahkan.
Berbeda untuk memetakan, dan bukan berbeda untuk perpecahan. "Persatuan" itu tidak harus "kesatuan". Bersatu dalam perbedaan, dan tidak harus peleburan perbedaan untuk "dipaksa" disatukan.
"Inna khalaqnakum min dzakarin wa untsa wa ja'alnakum syu'uban wa qabaila li ta'arrafu. Inna akramakum 'indallahi atqakum". Kalau Allah mau, perbedaan bisa dihilangkan, namun kenyataannya tetap "dipelihara". Pasti ada hikmahnya.
Jangan alergi dengan perbedaan. Dan nyatanya NU dan FPI memang beda.

Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: