Sabtu, 28 Januari 2017

Al-Qur'an Tidak Mungkin Diturunkan Kepada Bangsa yang Bodoh

MusliModerat.net - Menguak sejarah Baginda Nabi Saw. itu sulit untuk ditutup akhirnya. Karena untuk menyifati Nabi Saw. tidak akan bisa sempurna sebab sangat sempurnanya Nabi Saw. Kitab Maulid Nabi Saw. yang ada di Mesir ada 300-an kitab. Di Jawa yang terkenal adalah Maulid Barzanji, Syaraful Anam Natsar, Diba’, ‘Azab, Simthud Durar. Di antara kitab-kitab maulid tersebut saling mengisi dan saling menyempurnakan satu dengan lainnya.
Bukan berarti jika membaca Simthud Durar itu yang paling agung, tidak! Jangan salah paham. Baca Barzanji atau Diba’ itu yang paling top, tidak! Semua yang berkaitan dengan Rasulullah Saw. itu pasti top! Ada yang membaca shalawat Fatih, memuji luar biasa kepada Rasulullah Saw., ada pula dengan shalawat yang lain, semua sama-sama urusannya dengan Kanjeng Nabi Saw.
Membaca surat al-Ikhlas yang khasiatnya luar biasa tidak berarti kalah dengan yang membaca surat Yasin, karena sama-sama Kalamullah. Tidak untuk saling mengunggul-unggulkan. Beralasan bahwa al-Ikhlas adalah surat inti dari al-Quran, itu sah-sah saja. Jamaah Yasinan terkadang tidak terima berdalih Yasin adalah qalbu al-Quran. Tapi kembalikan bahwa semua itu adalah sama-sama al-Quran, Kalamullah. Selesai.

Begitupula membaca shalawat, semua kaitannya dengan Kanjeng Nabi Saw. Selesai. Kemudian yang belum selesai apanya? Kitalah yang belum selesai, karena untuk menguak mutiara-mutiara terpendam di dalam sejarah Baginda Nabi Saw. Kita ambil contoh tentang konsep dakwah Nabi Saw., Makkah dan Madinah. Pertama konsep Makkah, bagaimana sebelum Rasulullah Saw. dilahirkan, banyak hal yang luar biasa.
Jangan dikira Bangsa Arab itu bangsa yang bodoh, hanya saja kenapa tetap dijuluki “jahiliyyah”? Karena pintarnya Bangsa Arab kebablasan. Bangsa Arab telah mengenal ilmu syair, yang sudah tentu ahli syiir membutuhkan seperangkat ilmu bahasa Arab seperti nahwu, sharaf hingga ‘arudh. Mereka tahu apa itu bahar thawil, bahar basith, sehingga tahu not-notnya. Itu menunjukkan bahwa Bangsa Arab bukanlah bangsa yang bodoh.

Maka untuk mengimbanginya, tidak mungkin Bangsa Arab itu murni “jahiliyyah” mutlak. Karena tidak mungkin al-Quran diturunkan kepada mereka jika Bangsa Arab tidak mampu memahaminya. Karena mereka adalah bangsa yang pandai, mengerti ilmu syair, tatkala membaca al-Quran akan langsung memahami bahwa al-Quran bukanlah berasal dari manusia. Pasti orang yang membawanya adalah orang yang luar biasa karena telah dituntun oleh Yang Maha Mencipta. Dlsb.
(Ditranskrip dan dialihbahasakan dari kutipan ceramah Maulana Habib M. Luthfi bin Yahya dalam acara Peringatan Maulid Nabi Saw. dan Haul KH. Abdul Lathif serta Sesepuh Desa Medono Pekalongan, di PP Al-Mubarok asuhan KH. Zakaria Anshor, 27 Januari 2017).
Video rekemannya simak di sini: https://youtu.be/fm4PyapwORM danhttps://youtu.be/kONJd-3fBdo
[ibj]
Advertisement

Advertisement