[Akhlaq Ulama] Berulang Kali Difitnah, Kiai Said Tetap Santai

[Akhlaq Ulama] Berulang Kali Difitnah, Kiai Said Tetap Santai
MusliModerat.net - Belakangan ini santer beredar sejumlah fitnah dan tudingan miring yang dialamatkan kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Kiai asal Cirebon ini mengaku tak terganggu dengan ‘serangan’ itu dan beraktivitas sebagaimana biasanya.

“Biarkan saja,” kata guru besar ilmu tasawuf UIN Sunan Ampel Surabaya ini di kantor PBNU, Jakarta, Senin (2/1).

Belakangan, beredar fitnah melalui media massa kepada bahwa pria yang akrab disapa Kang Said ini menjadi makelar jual-beli tanah dan menjanjikan di atas tanah itu akan dibangun Islamic Center. Menurut si pemfitnah, ternyata tanah itu kini dibangun seminari.

Belum sampai fitnah itu diklarifikasi Kang Said, pembeli tanah tersebut Denny M Syafullah datang ke kantor PBNU lalu mengeluarkan bantahan atas tuduhan itu sekaligus pembelaan terhadap Ketum PBNU. Dalam pertemuannya dengan Denny, Kang Said tampak santai dan lebih banyak bercanda.


Begitu pula ketika menanggapi tuduhan sebagai pendukung calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok karena tak memberi dukungan kepada para pendemo Ahok atas kasus dugaan penistaan agama. Menurut Kang Said, tuduhan itu muncul karena ketidakpahaman menangkap maksud PBNU secara utuh.


“Mereka menganggap, karena saya menghalangi demo itu artinya membela Ahok. Enggak. Demi Allah,wallahi, saya tidak ‘kenal’ Ahok. Saya tahu Ahok pas acara haul Gus Dur,” paparnya. Kata 'kenal' yang dimaksud adalah lebih dari sekadar tahu nama dan sosoknya.

“Dia tidak pernah datang ke sini (kantor PBNU), saya pun tidak pernah datang ke kantornya. Pas ada keributan belakangan saja, Ahok ingin datang ke kantor PBNU, tapi saya tolak,” imbuhnya.

Menurutnya, dari latar belakang ini saja tampak tidak masuk akal pihaknya mendukung mantan bupati Belitung Timur itu, di samping tentu saja menyalahi Khittah NU yang mengharuskan sikap netral dalam setiap pemilihan umum.

Meski tampak tenang, Kang Said tetap mengimbau kepada masyarakat dalam mencerna informasi. Kemudahan teknologi informasi yang mengandung sisi negatif mesti disikapi dengan hati-hati. “Tiap ada informasi harus dicek, tabayun, apakah benar atau tidak sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” tuturnya.(Mahbib/NU Online)


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: