Posting Klarifikasi KH Said Aqil di Grup WA, Netizen NU Diancam Bunuh Oleh Mujahidin



Bela Kiai Said, Syiah. Titik!
MusliModerat.net - Makin hari umat Islam di Indonesia yang mengaku mujahidin menunjukkan arogansi dan kebodohannya. Pantauan salah satu Netizen NU yang melaporkan kepada Dutaislam.com, grup WhatsApp yang menggunakan nama "Mujahideen Cyber Army" selalu menebar broadcast yang berisi ujaran kebencian.

Hampir tiap hari, kata sumber, mereka teriak takbir jika ada yang posting Gus Dur sesat, kiai Said liberal, atau ajakan untuk acara lanjutan yang masih berkaitan dengan penistaan Ahok. Pokoknya takbir. Jika ada yang posting di luar garis "perjuangan" 212, akan dibully, bahkan diancam bunuh.

Itulah yang dialami oleh salah satu member yang langsung melaporkan ke Dutaislam.com malam ini (31/12/2016). Dalam screen shoot yang dikirimkan ke meja redaksi Dutaislam.com itu, ia diancam bunuh oleh salah satu member grup dengan nomor 08111568269 (FP Jateng01 - Subuh W). "Bukan hanya sepak (kick dari grup, red), tapi bunuh dia munafik," tulisnya dalam grup penuh caci maki tersebut. 

Netizen diancam bunuh Mujahidin Cyber Army
Cerita yang dituturkan oleh sumber Dutaislam.com tersebut, katanya, berawal dari Ferdi Purnaman (081296246242), admin grup, yang memposting berita yang diberi judul "Ketum PBNU Ajak Masyarakat Maafkan Ahok," dicomot dari kompas.com. Kalau cuma berita itu saja yang dishare tidak masalah. Sayangnya, dalam postingan Ferdi Purnaman itu, Kiai Said dilawan balikkan dengan Habib Rizieq yang selalu dipuja-puji jadi panutan terakhir mereka di grup. Ini postingan lengkapnya:

---------------
SIKAP KETUM PBNU TERHADAP HABIB RIZIEQ DAN AHOK

KETUM PBNU AJAK MASYARAKAT MAAFKAN AHOK


http://nasional.kompas.com/read/2016/10/11/09371301/ketum.pbnu.ajak.masyarakat.maafkan.ahok


KETUM PBNU DORONG KEPOLISIAN TUNTASKAN KASUS HABIB RIZIEQ


Dorong Kepolisian Tuntaskan Kasus Habib Rizieq


http://a.msn.com/r/2/BBxImMo?a=1&m=ID-ID


Lihat bagaimana sikap KETUM PBNU terhadap HABIB RIZIEQ dan AHOK. 


Silahkan anda nilai sendiri.....



Terkait hal tersebut, ada pelajaran penting dari dua Ulama besar yang mudah mudahan dapat bermanfaat untuk kita dalam rangka menyikapi sikap Ketum PBNU tersebut. 

Pelajaran pertama datang dari Habib Umar Bin Muhammad Bin Syekh Abu bakar, Beliau berkata : 


Indikasi terkuat dari mulai lunturnya iman seseorang adalah pada saat ia sebagai seorang muslim: 


-Lebih tampak CINTA kepada orang kafir dan kekafiran serta terkesan menjauh dan tidak peduli dengan orang mukmin dan keimanan. 

-Lebih MEMBELA kekafiran ketimbang membela Keimanan. 

-Lebih CONDONG kepada  kekafiran dari pada perkara2 Iman.


-Lebih PERHATIAN kepada urusan orang kafir dari pada urusan orang mukmin. 


- Lebih AKRAB dgn org kafir dari pada orang mukmin. 


-Lebih SIMPATI kepada nasib orang kafir dari pada membela nasib kaum mukminin. 


-Sikap dan tindakannya lebih meng UNTUNG kan org kafir daripada umat Islam. 


-Ucapannya lebih MENYENANGKAN orang kafir dibanding orang mukmin. 


-Keputusannya lebih cenderung MEMENANGKAN orang kafir dari pada  orang Mukmin. 


-MERESTUI kebatilan dan menjadi medianya.


-Dalam banyak hal sering MEMBENARKAN orang kafir dan MENYALAHKAN orang mukmin.


Pelajaran yang kedua, datang dari Alhabib Muhammad Bin Abdurrahman Bin Ali Alhabsyi ( Kwitang ) : 


Salah satu ciri Ulama su' ialah dimana Fatwanya selalu disenangi oleh kaum musyrikin dan munafikin dan cenderung merugikan kebanyakan kaum muslimin. 


Semoga ALLAH SWT Menjauhkan kita dari ULAMA SU'.


Laskar Cyber Aswaja 

-------------------

Lihatlah, baca dengan teliti, para mujahidin tersebut jelas punya kepentingan untuk menggerus NU sampai akar hingga mau mengadu doma dengan comot pendapat ulama sana-sini lalu menuduh sesuka nafsunya. Kalau anti Ahok ya silakan, kenapa harus menggunakan provokasi serta melibatkan Ketum PBNU?

Gus Dur dipicek-picekkan disebut bajak laut!
Tentu hal itu membuat para anggota grup ada yang gerah, tapi sekali lagi, mereka tidak mengenal persepktif. Jika ada yang beda dengan mereka, langsung disebut Syiah, termasuk sumber Dutaislam.com itu. Gara-gara memposting link Dutaislam.com berjudul "Umat Islam Unyu-Unyu Suka Sekali Kiai Said dan NU Dinistakan Media".

Ia sengaja menshare link tersebut ke grup karena sebelumnya ada postingan yang menyudutkan Kiai Said soal makelar tanah di Malang dan soal "Maaf Ahok", dimana kedua berita tersebut sudah lama diposting. Tapi, respon yang diberikan justru dituduh Syiah. "Jika antum pembela Said Agil, berarti antum Syiah," tulis Andika (081380609350) membalas. Ini screen shootnya.

Bela Kiai Said vonisnya langsung Syiah. Wkwkwk
Banyak juga yang langsung menghardik kiai Said pasca postingan yang beda pandangan tersebut. Sumber Dutaislam.com langsung disebut penyusup, munafik, syiah, liberal, dan terakhir diancam bunuh. Sementara, kiai Said disebut aqil gila, si qil busuk, si sangit dll, "kite kasih dia ngoceh dulu smpe jari2nya kriting trus kite SEPAK pantatnye!" kata admin grup pongah menanggapi sumber Dutaislam.com. Sopan sekali kan bahasa para mujahid abal-abal itu!

Akhirnya, banyak yang ikut-ikutan menuduh. Ada yang kemudian menyebut hal itu sebagai debat sehingga tidak perlu dilanjutkan karena tidak pernah diajarkan oleh Rasul. Padahal, itu bukan debat, tapi klarifikasi berita hoax. Kata sumber, sikap para mujahidin di grup memang begitu. Harus manut postingan yang menistakan NU dan Kiai Said serta yang tidak sejalan, dan, keroyokan tanpa logika, seperti buih.

Awas debat, kalian akan dikutuk. Islam unyu-unyu kebakaran jenggot!
Jika ada yang mengejek mereka, sangaaaaaaat reaktif sekali. Teriak Allahu akbar lalu main tuduh, sikat, bunuh-bunuhan dan bentuk intimidasi lainnya. Itulah kelompok muslim yang lemah iman, maunya dituruti, jika tidak, ngambek, lalu mukul-mukul. Tidak diselesaikan secara gentle, tapi suka marah-marah sendiri berkelompok. Sampai kapan kebencian para muslim yang mengaku mujahidin itu redup yah? Apa sampai mati dan Ahok menang? Hadanallah. [dutaislam.com/ ab]


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: