Rabu, 14 Desember 2016

Mengenang Banser NU yang Meninggal Memeluk Bom Demi Selamatkan Ratusan Nyawa Kristen

MusliModerat.net - Sebuah akun Facebook bernama Chan Tudus baru-baru ini memposting sebuah cerita yang kemudian menjadi viral.
Diunggah pada 11 Desember 2016, postingan Chan Tudus tersebut kini telah dibagikan sebanyak 14 ribu kali.
Cerita yang dituturkan oleh Chan Tudus tersebut merupakan peristiwa yang terjadi di tahun 2000 lalu.
Enam belas tahun lalu, tepatnya pada 24 Desember 2000, pengorbanan seorang pria bernama Riyanto telah mencuri perhatian masyarakat.
Saat itu merupakan malam Natal di mana Riyanto mendapat tugas untuk mengamankan jalannya misa Natal di Gereja Eben Haezer Mojokerto, Jawa Timur.
Namun naas, ternyata itu adalah tugas terakhir yang diembannya, karena malam itu pula ia harus meregang nyawa saat menjalankan tugas.
Berikut adalah cerita yang dituturkan oleh Chan Tudus :
Mengenang Gugurnya RIYANTO anggota BANSER NU Mojokerto
Berikut ini adalah sebuah trailler film yang Mengisahkan Gugurnya Riyanto anggota BANSER NU Mojokerto Jatim yang dengan pengorbanannya itu sudah menyelamatkan Ratusan Nyawa Jemaat Gereja di Mojokerto Jawa Timur.
Kejadiannya pada saat perayaan Natal tanggal 24 Desember 2000 di Gereja Eben Haezer Mojokerto Jatim.
Banser NU Riyanto adalah salah seorang anggota Banser dari 4 anggota Banser yang ditugaskan mengamankan gereja oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mojokerto.
Riyanto bersama petugas pengamanan gereja dan polsek menemukan bungkusan mencurigakan di dalam gereja.
Riyanto memberanikan diri membuka bungkusan tersebut. Ternyata bungkusan itu adalah bom.
Tiba-tiba terlihat percikan api dari dalam bungkusan.
Riyanto dengan sigap berteriak: Tiarap!
Riyanto berusaha membuang bom keluar dari gereja agar tidak meledak di dalam gereja yang saat itu penuh jemaat Natal.
Bom dilempar keluar oleh Riyanton ke tempat sampah tapi terpental.
Banser NU Riyanto ini dengan cepat mengambil kembali bom itu untuk dibuang lebih jauh lagi dari gereja.
Namun, bom keburu meledak.
Bom meledak di pelukan pemuda NU berusia 25 tahun ini.
Anggota Banser NU ini meninggal dunia di tempat dengan kondisi jari-jari dan wajah yang menyedihkan.
Postingan Chan Tudus itu pun langsung mendapat tanggapan yang luar biasa dari netizen.
Hingga tulisan ini dibuat, postingan tersebut telah mendapat 10 ribu likes dan dikomentari lebih dari 3000 akun.
"Terima kasih buat Riyato atas pengorbanan yg engkau berikan kpd jemat gereja yg telah engkau selamatkan walaupun kita brrbeda keyakinan......tp kita satu tujuan sorga.......my Hero."
"Dia pahlawan indonesia...Pahlawan pancasila."
"Smg ditempatkan di sisi Nya'. Diampuni dosa-dosanya. Aamiin."
"Luar biasa pengorbanannya..."
"Tuhan.. Jagalah mas Riyanto.. jagalah Keluarganya... sampai habis kata2 untuk menggambarkan keharuan.. kesedihan.. cinta.. dan kerinduan kami untukmu mas Riyanto.."
Cerita Riyanto ini dianggap oleh netizen sebagai sebuah kisah yang amat menginspirasi.
Kini sudah enam belas tahun semenjak peristiwa itu terjadi.
Nama Riyanto sudah hampir tak pernah disebut lagi.
Untuk mengenang pengorbanannya, kini sisa seragam Royanto dipamerkan di di Museum NU di Jalan Gayungsari, Surabaya.
Seragam loreng-loreng pucat itu dibiarkan terpajang dalam kondisi compang-camping oleh pengurus museum.
Bekas darah mendiang Riyanto juga masih menempel di seragam tersebut. (Tribunnews.com)
Advertisement

Advertisement