Komunitas Anti Hoax: PosMetro dan Nusanews Raup 700 Juta per Bulan Berkat Sebar Hoax

Baca Juga


Komunitas Anti Hoax: PosMetro dan Nusanews Raup 700 Juta per Bulan Berkat Sebar Hoax
Septiaji Eko Nugroho yang mewakili Masyarakat Anti Hoax saat diskusi media di Jakarta, Kamis (1/12).
(Foto: CNN Indonesia/Bintoro Agung)
MusliModerat.net - Penyebaran berita dan informasi hoax melalui media sosial yang semakin masif beberapa waktu terakhir bukan tanpa sebab. Septiaji Eko Nugroho dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia menemukan setidaknya dua laman internet yang mereguk keuntungan lewat menyebarkan informasi palsu ke tengah masyarakat.

"Kemarin ada yang hitung analisisnya satu tahun bisa meraup keuntungan sampai sekitar Rp600-700 juta," ucap Septiaji yang ditemui di Jakarta, Kamis (1/12).

Adapun kedua situs yang berhasil diidentifikasi oleh Septiaji dan komunitasnya yang menikmati profit dari berita palsu berasal dari Sumatera dan dikelola oleh mahasiswa. Meski sebelumnya kedua laman tersebut tak banyak dikenal, namun kemudian mampu menjaring trafik pengunjung yang lumayan besar.

"Saya sebut nama saja, yaitu Posmetro dan Nusanews. Itu yang ngelola siapa? Anak kuliah di Sumatera sana. Tapi yang lain masih banyak sekali," tutur pria yang menginisiasi Masyarakat Anti Hoax tersebut.

Dari keterangannya, jumlah profit yang ia sebut tadi baru berasal dari satu situs. Sedangkan jumlah situs yang kerap menyebarkan informasi palsu menurutnya sangat banyak sehingga perputaran uang yang terjadi dari "bisnis" berita palsu cukup besar.

Untuk melawan penyebaran konten tersebut, Septiaji dan kelompoknya akan mencoba memutus sumber pendapatan situs berita bohong dengan menutup AdSense mereka. Ia meyakini dengan cara itu, motif ekonomi yang melandasi tindakan mereka jadi hilang.

"Situs-situs itu sumber pendapatannya harus ditutup segera," tambahnya.

Namun upaya pemberantasan berita palsu diakui oleh Septiaji masih penuh kendala. Selain soal literasi, pertumbuhan sumber-sumber penyebar kebohongan berlipat ganda lebih cepat ketimbang mereka yang berniat menghentikannya. 
Source: www.cnnindonesia.com

Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: