Ditempat ini, Lantunan Adzan dan Kidung Natal Bergantian

;
Ditempat ini, Lantunan Adzan dan Kidung Natal Bergantian
Gereja Protestan Mahanaim dan Masjid Al-Muqarrabin yang berlokasi di Jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Lokasi gereja dan masjid yang saling bersebelahan ini sudah berlangsung sejak tahun 1959, saat Masjid Al-Muqarrabin difungsikan, menyusul gereja yang sudah lebih dulu berdiri dua tahun sebelumnya. – Foto: Tribunnews
MusliModerat.net, Jakarta – Arah jarum jam telah menunjukkan pukul 18.10. Saat itu pulalah, salah seorang pemuda langsung mengambil mikrofon dan mengumandangkan azan pertanda telah tibanya waktu shalat maghrib.
Suara azan pun sontak bergema menyebar ke seluruh penjuru lingkungan, tak terkecuali ke gereja yang tepat berada di sebelahnya.
Namun, tak tampak ada ekspresi terganggu dari wajah jemaat gereja yang sebagian tengah sibuk mempersiapkan kebaktian malam Natal.
Kebaktian di gereja itu sendiri dimulai sekitar pukul 18.30, setelah rampungnya azan maghrib. Begitu kebaktian dimulai, giliran nyanyian kidung Natal yang bergantian bergema, dan dapat terdengar jelas ke seluruh tempat yang ada di sekitarnya, termasuk ke masjid yang sebelumnya mengumandangkan azan maghrib.
Begitulah gambaran situasi di Gereja Protestan Mahanaim dan Masjid Al-Muqarrabin yang berlokasi di Jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 24 Desember 2016 petang.
Gereja dan masjid hanya dibatasi tembok setinggi sekitar 1,5 meter. Seperti halnya jemaat gereja, tak tampak pula ada ekspresi terganggu dari sejumlah anggota jemaah Masjid Al-Muqarrabin yang tengah duduk-duduk menantikan datangnya waktu shalat isya.
“Udah biasa,” ujar salah seorang pengurus masjid, Suhardi.
Menurut Suhardi, selama ini tidak pernah ada pengajuan keberatan dari tiap-tiap pihak seputar kegiatan keagamaan yang tengah dilaksanakan di salah satu tempat. Ia menilai, hal itu jugalah yang membuat tiap-tiap pihak tidak perlu lagi mengajukan izin apa pun saat akan menggelar kegiatan.
“Udah saling ngerti. Lagian kami kan juga sama-sama orang sini, biasa duduk dan ngobrol-ngobrol bareng,” ujar dia.
“Yang kerja di gereja banyak juga yang Islam,” ujar Suhardi, merujuk pada sejumlah pemuda Muslim setempat yang kadang-kadang ikut membantu pihak gereja yang hendak menggelar acara.
Sementara itu, Wakil Ketua Jemaat Gereja Mahanaim, Dickson Bawuna, mengatakan, hubungan antara pengurus gereja dan pengurus masjid tidak pernah bermasalah. Bahkan, kata dia, kedua pihak saling membutuhkan.
“Kalau mereka (pengurus masjid) lagi mengadakan acara dan butuh apa, mereka biasanya memberi tahu kami. Kami juga seperti itu,” ujar Dickson.
Gereja Protestan Mahanaim dan Masjid Al-Muqarrabin sudah bersebelahan sejak tahun 1959, saat masjid difungsikan, menyusul gereja yang sudah lebih dulu berdiri, dua tahun sebelumnya.
Sumber: Tribunnews


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: