Rabu, 28 Desember 2016

Aleppo Dibebaskan, Barat Malah buat Hastag #SaveAleppo! ini Modusnya

Aleppo Dibebaskan, Barat Malah buat Hastag #SaveAleppo! ini Modusnya
MusliModerat.net – Jatuhnya Palmyra akibat kekuatan Koalisi Suriah (Suriah, Iran, Rusia, Hizbullah) yang terlalu terfokus pada kota terbesar kedua di Suriah, Aleppo ternyata tidak berimbas signifikan. Justru Aleppo lah Game Changer dan turning point sesungguhnya dalam babak baru konflik suriah sejak 2011 silam.

Mengapa Aleppo

Sebagai pusat perekonomian Suriah, Aleppo begitu strategis apalagi posisinya berdekatan dengan perbatasan Turki. Ketika Konflik bergulir, pemberontak dan ISIS lantas menjadikan Aleppo sebagai pangkalan aju guna mengepung Damaskus dari segala penjuru.
Dari Aleppo, Bantuan yang mengalir dari Turki begitu mudah disalurkan begitu juga minyak hasil rampasan ISIS dapat dialirkan ke Turki. Maka, Ibarat Benteng Pertahanan terakhir umat manusia, The Zion dalam film TheMatrix Revolution, inilah benteng terakhir ISIS yang harus segera ditaklukan Suriah.
Ketika pasukan Suriah, Syrian Arab Army (SAA) bersama koalisi nya memukul mundur ISIS dihampir seluruh wilayah Suriah, maka jalan menuju jantung kekuatan ISIS terbuka lebar.

Pembebasan Aleppo

Serangan pembuka pembebasan Aleppo diawali oleh serangan udara AU Rusia dan Suriah. Kampanye pembebasan Aleppo juga beriringan dengan kampanye pembebasan Kota Mosul Iraq dari tangan ISIS oleh Pasukan Iraq.
Ketika separuh Aleppo dikuasai, Pemberontak meminta gencatan senjata. Dimoment inilah, Produser dan Pelatih ISIS, Amerika datang dengan A10 Warthog menghujani pasukan Suriah dengan Bom. AS berdalih salah sasaran ,sebuah alasan yang tak masuk akal. Rusia berang dan kedok AS sebagai pendukung ISIS terbuka lebar ke publik.
Perjuangan Koalisi Suriah melewati Pertempuran yang berdarah-darah akhirnya menuai kemenangan. Aleppo dikuasai kembali, rakyat Aleppo bersuka cita ditengah nasib malang sisa-sia pemberontak/ISIS yang kian merana.

Propaganda Barat terhadap Aleppo

Bebasnya Kota Aleppo yang harusnya diramaikan dengan hastag #AleppoHasFree ,#AleppoVictory #AleppoRecapture #AleppoIsBack justru dipelintir oleh barat dan jajaran media papan atasnya dengan hastag #AleppoHasFallen #SaveAleppo seolah olah kekalahan ISIS di Aleppo adalah tragedi.
Bahkan, Paris pun berpartisipasi dengan mematikan lampu menara Eifell sebagai lambang dukacita atas kemenangan Suriah membebaskan kota nya dari teroris dan pemberontak dukungan barat.
Propaganda Barat semakin ganas dengan pemberitaan terjadinya bencana kemanusiaan di Aleppo pasca pembebasan kota ini dari ISIS. Ratusan foto hoax tentang bencana kemanusiaan Aleppo bertebaran luas, untunglah para blogger dan media independen berhasil membongkar foto hoax ini yang ternyata hasil manipulasi.

Ketakutan atau Kekalutan ?

Kuatnya Barat merusak citra kemenangan Suriah atas Aleppo diwarnai banyak hal, salah satunya adalah banyaknya Perwira militer Koalisi Barat yang bermarkas diAleppo. Benar saja, segera setelah bebasnya Aleppo muncul berita luas tertangkapnya puluhan Perwira Asing yang diduga menjadi otak dari kelompok ISIS.
Booom… Keterlibatan Barat dalam tragedi Suriah dan Isis semakin ditelanjangi, upaya menutupi dengan berbagai Propaganda tak berjalan mulus. Lalu munculah insiden itu.. Terbunuhnya Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrei Karlov (62 tahun) yang ditembak dari dekat oleh seorang pria bernama Mevlüt Mert Altintas di Ankara, Senin 19 Desember 2016 lalu.
Turki kembali menjadi sorotan, saling tuduh meletus ramai. Pemerintah Turki menuduh organisasi FETO (Fethullah Gullen) sebagai dalang, Putin lantas berujar pembunuhan ini sebagai provokasi dan akan semakin serius memerangi terorisme.
Ada yang menganggap pembunuhan Dubes Rusia adalah bentuk keputusasaan Barat atas kekalahannya di Suriah, dan ini dikuatkan dengan komentar dari seorang mantan jenderal Inggris bahwa Barat telah kalah di Suriah.

Pasca Aleppo

Perjuangan SAA dan Rakyat Suriah masih belum seratus persen usai, bara masih berasap dan ada kemungkinan serangan balik dari koalisi barat. Bagaimanapun, Suriah harus takluk, membiarkan Suriah kembali damai adalah malapetaka.
Salah satu jalan bagi Suriah agar terbebas dari serangan barat adalah memperkuat dukungan internasional, dan membersihkan paradigma masyarakat internasional terutama di dunia maya bahwa Rakyat Suriah masih membela Presiden Suriah Bashar Al Assad, Konflik Suriah adalah perbuatan barat, dan tentu saja Konflik Suriah bukanlah Konflik Agama. Tetapi Murni Politik, dimana muara dari Politik ini adalah Kekuasaan (posisi strategis Suriah) dan Uang (Minyak suriah).
Jika masih saja ada yang percaya bahwa Assad adalah Iblis, bersimpati pada Iran adalah Syiah, Rusia adalah teroris, Isis dan para donaturnya adalah Malaikat bisa jadi Konflik Suriah masih belum menemukan ending nya.
Tragedi Kemanusiaan akan selalu ada disetiap Pertempuran, Korban berjatuhan dari kedua belah pihak serta warga sipil. Kita berharap semoga Pembebasan Kota lainnya dari para Pemberontak di Ghouta, Idlib, Deir Azzour dan Raqqa berhasil dilaksanakan dengan meminimalisir jatuhnya korban di pihak sipil.
Advertisement

Advertisement