8 Pesan KH Ulin Nuha Arwani Kudus Kepada Hafizh Qur'an


8 Pesan KH Ulin Nuha Arwani Kudus Kepada Hafizh Qur'an

KH Ulin Nuha Arwani Kudus
MusliModerat.net - KH Ulin Nuha Arwani merupakan putra KH Arwani Amin, Kudus. Salah seorang maestro, guru besar Al Qur'an di tanah Jawa. Nasehat-nasehat menantu KH Abdullah Salam Kajen yang juga guru qira'ah sab'ah ini selalu didengarkan oleh para penghafal Al Qur'an. Berikut beberapa kutipan dawuh KH Ulin Nuha Arwani saat menyampaikan mauidzah hasanah dalam acara Khatmil Quran Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo, Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (23/11).

1. Anda bisa belajar Al Qur'an hingga selesai merupakan fadlal (anugrah) dari Allah Ta'ala. Syukurilah nikmat itu dengan memuji Allah Ta'ala dengan membaca "Alhamdulillah wa syukru lillah" atau dengan kalimat sejenisnya.

2. Anda juga perlu syukur bil janan, syukur dalam hati. Artinya hati kita berkeyakinan dengan sesungguhnya bahwa yang kita terima itu merupakan murni fadlal, anugrah, bukan karena kepintaran dan kelincahan kita.

3. Di simping itu, hendaknya kita dapat mensyukuri nikmat dengan anggota tubuh kita, baik lahir maupun batin. Semuanya kita gunakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Tangan kita gunakan untuk saling tolong menolong kepada siapa saja yang membutuhkan. Mulut memperbanyak baca shalawat, mata membaca Al Qur'an, telinga mendengarkan Al Qur'an, tangan membawa Al Qur'an, menghormati Al Qur'an, tadabbur, memikirkan ayat-ayat yang dibaca. Hatinya menyerap beragam ilmu yang dipelajari dari sana. Sehingga semua anggota tubuh kita gunakan untuk beribadah. Ini namanya syukur bil arkan (dengan anggota tubuh)

4. Ada satu lagi, dari syukur bil lisan, arkan, dan janan, yaitu bil bancaan. Maksudnya, uang kita gunakan untuk sedekah, menolong kawan atau siapa saja yang membutuhkan harta kita.

5. Al Qur'an yang telah kita pelajari bersama harus selalu kita baca. Jangan sampai diabaikan. Karena Al Qur'an yang telah kita pelajari akan meminta pertanggungjawaban. Bisa jadi mendukung kita atau mematahkan kita.

القرآن حجة لك وحجة عليك 
Artinya;
Al-Qur`an itu bisa menjadi hujjah, memberi syafa'at kepadamu dan juga bisa memberikan madharrat/ bahaya pada dirimu. 

Saya berharap anda semua bisa mengelola, menyikapi Al Qur'an yang sudah Anda pelajari dengan baik. Jangan gegabah. Al Qur'an itu membahayakan.

رُبَّ قارئ القرآن والقرآن يلعنه

Artinya:
Banyak orang yang membaca Al Qur'an, namun Al Qur'an melaknati pembacanya. 

Al Qur'an yang telah Anda pelajari, usahakan selalu dibaca dengan harus sesuai ajaran yang telah anda terima dari guru beserta adab-adabnya.

من شفع له القرآن يوم القيامة نجا

Artinya:
Barang siapa mendapat syafa'at Al Qur'an, di dunia akan selamat, begitu pula di akhirat. Oleh sebab itu, seberapa besar anda berusaha memperoleh hal itu, sebesar itu pula Al Qur'an akan memberikan syafa'atnya. Lalu bagaimana caranya?

اقرؤوا القرآن فانه يأتى يوم القيامة شفيعا لأصحابه
Artinya:
Bacalah Al Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberi syafa'at kepada ash-hab¬nya.

Dalam tafsir disebutkan, siapa yang dimaksud ashab di sini? Maksud ashab, shahibul Qur'an dalam kitab tafsir yaitu  orang yang mulazim litilawatih, orang yang selalu membacanya, mutakhalliq biakhlaqih, mempunyai adab sebagaimana yang diajarkan Al Qur'an, wal amilu bih, mengamalkan dawuh-dawuh Al Qur'an.

Oleh karena itu, usahakan untuk memenuhi tiga kriteria tersebut, membaca, mengamalkan dan berakhlak sebagaimana akhlaq Al Qur'an.

Kita bisa mengamalkan Al Qur'an jika kita mengetahui firman-firmanNya, ilmu-ilmu yang dikatakan dalam Al Qur'an. Maka bacalah Al Qur'an seraya ditadabburi, dipikir apa kandungan-kandungan di dalamnya, diketahui makna apa yang dikehendaki.

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya:
(Ini adalah) sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.

Maka, mari kita pahami Al Qur'an yang telah kita baca selanjutnya kita laksanakan supaya kita selamat dari murka Allah SWT.

الذين آتيناهم الكتاب يتلونه حق تلاوته أولئك يؤمنون به ومن يكفر به فأولئك هم الخاسرون 

Artinya:
Orang-orang yang telak kami (Allah) berikan kitab (Al Qur'an) yaitu orang-orang yang membacanya dengan haqqa tilawatih (orang yang benar-benar mengimaninya), mereka adalah orang yang beriman. Barangsiapa kufur terhadap kitab itu, maka mereka adalah orang-orang yang merugi. 

Anda yang khatam Al Qur'an harus berusaha mendaras Al Qur'an dengan haqqa tilawatih, tafsirnya di sini dijelaskan,

ان يشترك فيه اللسان والعقل والقلب

Kombinasi antara mulut, akal dan hati.

Koridor penggunaan lisan adalah dengan memakai tajwid yang benar. Ketika Anda sudah membaca dengan benar, resapilah dengan akal dan dipikir (tadabbur) dengan akal. Ini artinya haqqa tilawatih.

6. Anda sekalian yang sudah khatam Al Qur'an paling tidak sehari baca sekali. Jika tidak bisa maka tiga hari sekali khatam. Apabila masih tidak bisa, maka seminggu khatam sekali dengan memakai metode Fammy Bisyauqin. Model dari pada metode ini adalah setiap hari membaca Al Qur'an dengan pembagian sebagai berikut:

Fa   : Fatihah - An Nisa' : Jum'at
Mi   : Maidah - Bara'ah / At Taubah : Sabtu
Ya   : Yunus - An Nahl : Ahad
Ba   : Bani Israil - Al Furqan : Senin
Syin   : Syu'ara' - Yasin         : Selasa
Waw  : Was Shaffat - Al Hujurat : Rabu
Qaf    : Qaf - An Nas         : Kamis

Jika anda seminggu bisa khatam sekali, anda akan selamat.

7. Anda khatam Al Qur'an itu belum ada apa-apanya. Jangan merasa bangga. Merasa bangga itu larangan Allah Ta'ala. Apa lagi khatam Al Qur'annya ini untuk tujuan pamer, riya', Al Qur'an bisa melaknati Anda sekalian.

Usahakan mengamalkan dawuh Allah Ta'ala, selalu menjaga Akhlak sebagaimana yang telah diajarkan Al Qur'an. Pelajarilah Al Qur'an penuh dengan rajin dan tekun supaya mengetahui kandungan di dalamnya. Jika sudah tahu, wajib mengamalkan isinya. Apa bila tidak diamalkanو akan mendapat siksa Allah Ta'ala, sehingga Al qur'an tidak melaknati Anda sekalian.

8. Barang siapa pernah mengaji Al Qur'an, setelah khatam lalu dibiarkan begitu saja. Mushafnya digantungkan dalam lemari, tidak pernah dibaca kembali, maka Al Qur'an akan datang pada hari kiamat dengan keadaan menggantung pada orang tersebut seraya berkata kepada Allah "Ya Tuhan, sesungguhnya hambaMu ini telah mencampakkanku. Maka berilah keputusan antara aku dan dia (siapa sebenarnya yang lebih benar dan siapa yang salah?)

من تعلم القرآن وعلق مصحفه لم يتعاهده ولم ينظر فيه جاء يوم القيامة متعلقا به يقول يا رب إن عبدك اتخذني مهجوراً فاقض بيني وبينه (انس بن مالك)


Demikian pesan KH Ulin Nuha Arwani Kudus kepada mereka yang sudah khatam Al-Qur'an. Ditransliterasi, diedit dan diatur sistematikanya oleh Ahmad Mundzir, diolah dari sumber pokok ceramah KH Arwani Amin, Kudus. [dutaislam.com/ ab]


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: