Setelah 18 November 2016, Ahok "Harus" Tersangka

;
Setelah 18 November 2016, Ahok "Harus" Tersangka
MusliModerat.net - Setelah mengikuti perkembangan penyelidikan soal kasus penistaan Surat Al Maidah ayat 51.
Sampai hari ini sudah 43 saksi yang diperiksa, termasuk saksi ahli yang sudah memberikan keterangan didalam Berita Acara Pemeriksaan(BAP).
Apakah kasus ini akan tuntas pada tanggal 18 November 2016 seperti yang dijanjikan oleh Bapak Jusuf Kala selaku wakil Presiden?
Jawabnya akan banyak macam pendapat hukum, termasuk pendapat ahli tafsir, ahli bahasa, dan ahli pidana. Mereka akan berdebat keras, tak beda dengan sidang Kasus Jesica.
Apapun hasil perdebatan soal hukum, keputusan pasca gelar perkara, penyidik Bareskrim Mabes Polri harus terang dan menghasilkan keputusan yang pasti.
Karena bila tidak ada keputusan yang jelas, kondisinya bisa langsung memanaskan tensi politik di Indonesia.
Inilah moment yang sudah ditunggu-tunggu oleh lawan-lawan politik pemerintahan Jokowi.
Mereka sudah bersiap disetiap sudut, dengan sumbu pendek yang siap disulut dan terbakar.
***

Ahok Harus Tersangka?
Berdasar pengalaman, melihat kasus seperti ini sudah tidak memerlukan penalaran hukum.
Kasus ini sudah tidak butuh objektifitas ilmu hukum yang sebenarnya lagi.
Menurut Pak Dien Syamsudin, "negeri ini jangan sampai terkoyak, hanya karena mempertahankan satu orang Ahok."
Beda Pak Dien, beda pula Buya Syafi'i. Pendapat-pendapat yang sama pastilah lebih besar lagi dibawah.
Maka, demi kerukunan dan kedamaian Indonesia, maka Ahok harus mau berkorban. Ini resiko atas kesembronoan lidahnya "mampir" ngurus aqidah tetangga sebelah.
Meski menurut Buya Said Aqil Siradj, kadar kesalahan Ahok itu baru menyinggung, belum dikategorikan menista. Tapi tidak bagi Habib Rizieq, Bahtiar Nasir, dkk.
Konklusi atas bedah kasus/gelar perkara yang rencananya akan digelar 18 November ini, menurut saya harus menyatakan Ahok sebagai TERSANGKA.
Sekali lagi ini pendapat saya yang bekerja dan memiliki pengalaman hukum lebih dari 15 tahun.
Situasi saat ini tidak menguntungkan buat Ahok dan seluruh pendukungnya. Sebab dengan terus bertahan dengan argumen dan fakta yang ada, semua akan mubazir, karena hukum sudah dipatok, "pokoknya Ahok harus TERSANGKA."
Soal dua alat bukti, saksi, motif dan unsur pidananya akan tersedia bilamana diperlukan.
Keputusan menetapkan Ahok sebagai tersangka, menurut pendapat saya itu sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Sekali lagi ini demi kepentingan yang lebih besar. Sebab kita tidak ingin melihat Indonesia seperti Libya, Mesir, Iraq, Syiria dan Yaman.
Catatan Panglima TNI tentang geopolitik dunia saat ini. dan design proxy war yang terpapar sudah sedemikian jelas. TNI dan seluruh rakyat Indonesia harus "dibangunkan" atas bahaya mengancam negeri ini.

Nasehat buat Pak Ahok;
" Pak, inilah realita politik. Bapak tentu sudah berhitung akibatnya. Bapak harus mengambil pelajaran dari kasus ini, jangan terlalu percaya diri dan sembarangan berkata-kata. Nasi sudah menjadi bubur, anggap saja anda saat ini lagi suek, anda sudah kalah dimeja judi, malam ini."
Bapak dulu pernah bilang;
"Saya tidak takut mati, kalau saya sampai dibunuh, gampang. Antar aja mayat gua, serahin sama Emak gua. Beres....!."
Saya mengagumi keberanian Bapak bicara seperti itu. Sebab tidak semua orang suka Pak Ahok bicara seperti itu, Bapak bisa dicap sombong dan arogan.
Jadi Bapak gak usah kecil hati. Apa sih bedanya mati dan masuk penjara?. Cuma beda tipis, Pak.
Mungkin hanya secara fisik Bapak yang terkurung mati, tetapi tidak semangat dan niat baik Bapak agar penduduk Jakarta bisa sejahterah.
Ketika nanti setelah tanggal 18 November 2016 ini anda benar-benar ditetapkan sebagai tersangka. Bapak jangan sedih, Bapak jangan kecewa.
Saya pastikan seluruh pendukung Bapak akan selalu berdo'a buat semangat, kerja keras dan niat baik Bapak untuk membuat Jakarta lebih baik. Dan kami bersaksi, bahwa kerja Bapak untuk membuat Jakarta lebih baik nyata terbukti.
Bung Karno, Bung Hatta, dan banyak tokoh politik dulu juga mengalami resiko seperti ini. Jadi, Bapak jangan berkecil hati.
Keikhlasan Bapak menyandang predikat sebagai tersangka, termasuk ketika Bapak melangkah ke pintu penjara. Percayalah, itu adalah perngorbanan yang tidak ternilai harganya untuk sebuah utuhnya bangunan kebangsaan yang sudah 71 tahun dijaga mati-matian oleh seluruh lapisan bangsa ini.
***

Oleh Gus: masyamsul Huda

NB: MusliModerat sama sekali tidak Pro Ahok dan sama sekali tidak Pro Demontrasi..Muslimoderat mendukung penuh Keadilan Ditegakkan tanpa pengaruh dari pihak manapun dan MusliModerat mendukung Penuh kelompok yang berusaha mempertahankan NKRI bukan kelompok yang berusaha mensuriahkan NKRI


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: