Minggu, 20 November 2016

Santri Sidogiri: Demo 212 Sarat Kepentingan Politik

Santri Sidogiri: Demo 212 Sarat Kepentingan Politik
MusliModerat.net - Seluruh elemen bangsa hendaknya dapat menahan diri terhadap permasalahan di negeri ini. Jangan sampai ada pihak yang ingin menekan aparat dengan maksud terselubung. Termasuk rencana demo yang akan dilakukan 2 Desember 2016 mendatang.

Penegasan ini disampaikan Sekretaris PW GP Ansor Jawa Timur, H Ahmad Tamim setelah mendapatkan informasi yang menyebutkan akan ada rencana demo oleh beberapa elemen di Jakarta, Jumat (2/12) mendatang. "Semua elemen bangsa semestinya tidak mempertaruhkan nilai-nilai dasar kebhinekaan Indonesia hanya dengan tujuan yang tidak beralasan," katanya, Sabtu (19/11).

Mantan Ketua PC GP Ansor Blitar yang juga Alumni Sidogiri dan juga Cucu Pendiri Pesantren terbesar di Blitar ini berpendapat bahwa tuntutan sebagian umat Islam yang menuntut penanganan kasus yang diduga menistakan agama oleh Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) telah ditindak lanjuti pemerintah. 

"Polisi telah melakukan tindakan hukum, bahkan terlihat melakukan langkah yang sangat cepat dalam penanganan kasus ini," ungkap Gus Tamim, sapaan akrabnya.

Umat Islam dianggap sudah tidak relevan lagi menekan polisi untuk melakukan tindakan hukum sebagaimana yang diinginkan. "Polisi terlihat cukup serius dan tidak main-main dalam penanganan kasus ini, bahkan telah berjanji untuk secepatnya membawa kasus ke pengadilan," sergah anggota DPRD Jatim tersebut.

Dalam pandangan Gus Tamim, yang disampaikan oleh Kapolri sangat jelas. "Masyarakat semestinya harus sabar menunggu, apalagi umat Islam juga sudah diwakili beberapa pihak dan ikut dalam gelar perkara," terangnya. Hal tersebut, lanjutnya, tentu saja memperjelas substansi masalah untuk dikaji dan dianalisis hingga dapat dijadikan rujukan oleh anggota tim penyelidik kepolisian.

Justru Gus Tamim curiga bahwa aksi 2 Desember mendatang sudah tidak murni lagi sebagai gerakan dalam dimensi membela Islam, tetapi sudah mulai ditunggangi kepentingan lain (politis, red). "Ya, karena sudah hilang relevansi tuntututannya," tandasnya.

Terhadap rencana tersebut, negara harus berani tegas dan tidak didikte kepentingan segelintir orang. "Semua anggota masyarakat harus membela tindakan negara bila ada sekelompok orang yang sudah mulai mengancam keselamatan, terutama dalam eksistensi pengakuan kebhinekaan," tegasnya.

Sebagai bagian tidak terpisahkan dari bangsa ini, jutaan anggota Ansor Jawa Timur akan siap membela bila negara diganggu dan diancam kepentingan yang merusak. "Ansor akan menjadi garda terdepan membela kebhinekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni/NU Online)
Advertisement

Advertisement