Kisah Demo Damai dari Massa Gus Dur yang Mematuhi Batas Waktu

Baca Juga

Kisah Demo Damai dari Massa Gus Dur yang Mematuhi Batas Waktu
MusliModerat.net - Unjuk rasa atau demonstrasi ("demo") adalah sebuah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Didalam Demokrasi, unjuk rasa merupakan hak warga yang legal. 

Karena berkaitan dengan ketertiban umum, maka demo diharuskan izin dan mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh pihak keamanan agar bisa berjalan dengan lancar dan tertib. 

Pihak keamanan biasanya memberikan batas waktu (deadline) bagi massa yang akan melakukan demontrasi. Seperti demo yang baru-baru ini terjadi (4 November), antara pihak keamanan dan koordinator lapangan demo menyepakati batas waktu unjuk rasa sampai pukul 18.00 WIB. Selepas dari itu, sangat rawan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena massa tentu sudah lelah, demikian juga petugas keamanan, ditambah suasana yang gelap. Oleh karena itu, semestinya massa demonstrasi sudah membubarkan diri pada batas waktu yang sudah ditentukan tersebut, apalagi sudah masuk waktu shalat Maghrib meskipun boleh saja di jama'. 

Salah satu kisah demo besar yang bisa jadi teladan adalah demo daripada massa Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) pada tahun 2001. Berikut sedikit kisahnya:
Ini kesaksian Gus Fahrur, ketika massa Gus Dur dulu mematuhi batasan jam demo di Gedung DPR/MPR.

Kenangan demo 2001.. 
Saya bersama almarhum KH Muchammad Soebadar dan Alm KH Fawaid As'ad , kyai Mutawakkil termasuk orang yang dijemput polisi untuk dibawa kedalam halaman gedung DPR bernegoisasi dengan pihak pasukan keamanan untuk mengendalikan demo menolak sidang istimewa pelengseran gusdur 2001 , ketika ratusan ribu massa telah menembus pagar kawat berduri gedung DPR RI , Kapolri memberi deadline pkl 18.00 massa harus ditarik mundur atau terpaksa ditembak , keadaan genting mencekam luarbiasa , suasana heroik membuat mereka siap menjadi martir , pekik takbir bargemuruh , saya meminta penundaan waktu untuk massa sholat maghrib... 
Alhamdulillah , setelah deal pembebasan puluhan demonstran yang ditahan karena membawa sajam di stasiun senen tercapai , kearifan dan strategi komunikasi para kyai berhasil mengajak mereka mundur teratur , diantara komando yang saya ingat saat itu adalah ; massa demo dipindah bergeser ke istana untuk melindungi gusdur ....

# diantara korlap demo jatim saat itu adalah Gus Mudjib Imron Pasuruan , Gus Suadi Abu Amar , Gus Firjhon , pak Rashid , kyai Ssep saifuddin ... dll. 
Ibnu L' Rabassa/muslimedianews.com

Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: