Kiai Said Minta Antipancasila Keluar dari NKRI

EXPO FUTUHIYYAH: Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj duduk bersama Wakapolres Demak Kompol Sulasno dan KH Hanif Muslih Lc dalam Upacara Penutupan Expo 115 Tahun Futuhiyyah Suburan Mranggen Demak. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)
EXPO FUTUHIYYAH: Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj duduk bersama Wakapolres Demak Kompol Sulasno dan KH Hanif Muslih Lc dalam Upacara Penutupan Expo 115 Tahun Futuhiyyah Suburan Mranggen Demak. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)
MRANGGEN, muslimoderat.net - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta pemerintah bersikap tegas kepada kelompok, organisasi atau perorangan yang antipancasila.
“Kalau tidak suka Pancasila ya sebaiknya silakan keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Makan minum tidur bangun beranak pinak di Indonesia tetapi maunya dengan ideologi lain. Ideologi NKRI adalah Pancasila,” tegasnya.
Dia mengatakan hal itu dalam tausiah pentupan Expo 115 Tahun Yayasan Futuhiyyah, Suburan, Mranggen, Demak, Senin (31/10). Bagi Nahdlatul Ulama, tegas Kiai Said, Pancasila dan NKRI sudah final. Jadi sudah tidak ada pembahasan lagi tentang itu. Dia merasa prihatin karena belakangan ini muncul gagasan yang aneh-aneh ingin mengubah ideologi dan falsafah negara.
“Pancasila digali oleh para ulama dan kiai terdahulu dari nilai-nilai agama. Jadi tidak ada satu pun yang bertentangan dengan agama,” tegasnya.
Kiai Said menyayangkan, belakangan ini banyak umat Islam yang memahami ajaran Islam setengah-setengah. “Harus utuh dan tidak boleh setengah-setengah sehingga terwujud pemahaman yang tidak keliru. Ibarat rumah, haqiqat (tauhid, red) itu pondasi, genting adalah syariat, dan dinding-dindingnya adalah akhlak,” tuturnya.
Menurut Kiai Said, keberhasilan Nabi Muhammad SAW dalam membentuk umat merupakan buah kesuksesan menggabungkan dua fondasi utama yang kuat yakni pemerintahan dan agama. KH Hasyim Asy’ari Rais Aam PBNU menurutnya melalui Resolusi Jihad berhasil menyatukan ukhuwah islamiyyah dan ukhuwah wathoniyyah. “Hubbul wathan minal iman, cinta tanah air adalah sebagian dari iman, itu yang mempopulerkan adalah Mbah Hasyim Asy’ari. Jadi, NU punya jasa besar dalam menbangun nasionalisme-relegius,” tegasnya.
Expo Futuhiyyah
Ketua Panitia Expo 115 Tahun Futuhiyyah H Faizurrahman Hanif Lc menjelaskan, kegiatan Expo Futuhiyyah sudah dimulai dari tanggal 25 Oktober dan berakhir 29 Oktober. Agenda kegiatannya meliputi kirab bendera, seminar nasional, bahtsul masail diniyyah, pameran produk, lomba-lomba, bakti sosial, bedah buku, penyuluhan kesehatan dan ditutup dengan Maulid Nabi.
“Alhamdulillah, acara kegiatan telah terlaksana dengan sukses dan lamcar tanpa ada kendala yang berarti,” kata Faizurrahman.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah, KH Said Lafif Lutfil Hakim mengatakan selama 115 tahun Yayasan Futuhiyyah telah berkiprah di masyarakat, khususnya bidang pendidikan. “Tidak terasa lembaga ini sudah berumur 115 tahun. Mudah-mudahan kegiatan expo ini bermanfaat buat umat khususnya di Demak dan sekitarnya,” kata Lafif.
Pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyyah KH Hanif Muslih merasa gembira karena para alumnus pesantren itu telah tersebar di berbagai sektor kegiatan di masyarakat. “Ada yang jadi kiai mengasuh pondok, ada juga yang jadi TNI, polisi, pejabat pemerintah, akademisi, politisi, wartawan, guru dan lain-lain,” katanya. (Agus Fathuddin/CN38/SM Network)


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: