Ini Makna Lukisan Gus Mus "Berzikir Bersama Inul"

Ini Makna Lukisan Gus Mus "Berzikir Bersama Inul"

Lukisan karya Gus Mus ( Berzikir Bersama Inul )

MusliModerat.net ~ SUDAH ratusan lukisan dibuat KH Mustofa Bisri. Tapi, baru kali ini ia menghasilkan karya menghebohkan dengan judul "Berdzikir Bersama Inul".

Dalam lukisan itu, Gus Mus, sapaan akrabnya, menggambarkan dirinya duduk bersila bersama 14 kiai lainnya… mengelilingi Inul yang sedang “ngebor”.

Lukisan berukuran 60 x 70 cm itu dipamerkan di ruang Ash-Shofa Masjid Agung Al-Akbar, Surabaya, Jawa Timur, dalam rangka Pekan Muharam.

Acara ini digelar Tamir Masjid Agung bersama Harian Duta Masyarakat untuk memperingati tahun baru Islam 1424 Hijriah, yang jatuh pada Selasa pekan lalu.

Menurut Gus Mus, Inul merupakan simbol bangsa Indonesia. “Kalau ada Inul, orang geger semua, mulai Taufiq Kiemas sampai abang becak,” katanya.

Dengan ide Inul dan Indonesia, maka terciptalah lukisan yang penggarapannya memakan waktu sepekan itu. Bersamaan dengan melukis, Gus Mus juga menulis puisi yang diberi judul Negeri Daging.

Lewat Berdzikir Bersama Inul, Gus Mus ingin menyampaikan pesan kepada bangsa Indonesia agar berzikir dan tak melulu mengurusi “daging”.

Ada hal yang jauh lebih penting diurus ketimbang mencaci maki si “penghibur rakyat” Inul. “Indonesia akan tenang asal rakyatnya mau berzikir,” katanya.

"Saya bukan mengkritik Inul, tapi saya mengkritik orang beragama. Jadi saya gambarkan Inul di tengah, kiai dan ulama-ulama di sekeliling, dan judulnya 'Berdzikir bersama Inul'. Berdzikir itu bukan pekerjaan daging saja, tetapi dengan roh," kata Gus Mus.
 lukisan inul adalah simbol daging. banyak orang di indonesia lebih mengutamakan daging. salatnya lima kali sehari, naik haji tiap tahun, tapi tetap saja melakukan korupsi. ada yang berzikir sampai nangis-nangis, tapi perilakunya tidak menjadi lebih baik." ujar gus mus

Ternyata lukisan itu malah menuai kritik. Bahkan, sekelompok orang yang mengatasnamakan "Pemuda Islam" mengancam akan membakar Masjid Agung di tengah berlangsungnya pameran.

Gus Mus menyatakan tidak heran terhadap reaksi semacam itu, yang menurutnya adalah reaksi khas orang Indonesia. Menurut Gus Mus, bukan lukisan itu, sebaliknya, ancaman itu yang justru terlalu syahwat kepada Inul.

Model ancaman itu, menurut Gus Mus, menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia telanjur dididik untuk hanya memperhatikan dan memburu 'daging'. Kasih sayang yang sudah ditunjukkan Allah SWT kepada para hambanya tidak ditiru. "Yang muncul pun akhirnya ajakan 'daging'-nya untuk menerkam dan mengancam," ia berseloroh.

Apa komentar Gus Mus? “Kalau nggak begitu, bukan orang Indonesia.” Dengan nada tetap tenang ia menambahkan, “Ancaman itu terlalu syahwat sama Inul, makanya jangan banyak-banyak minum jamu perangsang.”

Gus Mus mengaku berniat menjual lukisan Berdzikir Bersama Inul. “Wong bangsa ini saja dijual, masak saya tidak boleh menjual lukisan saya?

pria yang juga menjabat Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu menambahkan. Berapa harganya, Gus? Dengan mantap ia menyebut Rp 75 juta.


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: