Gelar Pahlawan Nasional Gus Dur Dilaksanakan Sebelum 10 November 2016

;
MusliModerat.net - Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akan mendapatkan gelar pahlawan nasional di saat yang tepat. Sebab, Gus Dur memiliki kontribusi besar bagi keutuhan NKRI.

"Gelar kepahlawanan bagi Gus Dur adalah untuk memberikan pengetahuan kepada seantero anak negeri tentang pentingnya melestarikan hidup damai dalam keberagaman," kata H Ahmad Tamim, Sekretaris PW GP Ansor Jatim di Surabaya (7/11).

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan Pemerintah belum akan memberikan gelar pahlawan nasional kepada Gus Dur pada tahun 2016 ini, termasuk juga kepada Presiden ketiga RI, Soeharto.

Khofifah mengakui bahwa Presiden RI memang sudah menandatangani keputusan penganugerahan seorang tokoh sebagai pahlawan nasional. "Yang terkonfirmasi ke Kemensos itu satu yang ditandatangani Keppresnya oleh presiden," ujarnya saat acara jalan sehat dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 2016 di Jakarta, Ahad, 6 November 2016.

Keppres bernomor 90 tahun 2016 sudah ditandangani Presiden Jokowi pada Jumat, 4 November 2016 lalu. Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kemungkinan dilaksanakan sebelum puncak Hari Pahlawan pada 10 November.

Menuru Gus Tamim – panggilan akrab Ahmad Tamim, pikiran-pikiran dan sikap Gus Dur selama hidupnya menjadi perekat bagi keberagaman bangsa Indonesia. "Gus Dur boleh meninggalkan kita, tetapi ajaran pluralisme Gus Dur tidak boleh kita tinggalkan, tetap kita lanjutkan," tegasnya.

Dengan pikiran dan sikapnya itu, Gus Dur menjadi sosok pemimpin yang diterima oleh masyarakat lintas agama dan suku. "Indonesia adalah negara beragam budaya, maka gelar kepahlawanan bagi Gus Dur bukan untuk Gus Dur dan keluarganya, tetapi untuk mengabadikan pikiran kebhinekaan Gus Dur," pungkasnya.

Sejak Ahad malam, 5 November 2016, dunia maya ramai perbincangan tentang gelar pahlawan nasional bagi Gus Dur. Sejumlah aktivis media sosial, terutama dari kaum muda NU, membuat tagar, diantaranya, #GusDurPahlawanNasional #RinduGusDur, dan #HariPahlawan.

Gelar pahlawan nasional bagi Gus Dur tentu tidak penting. "Namun ditengah situasi hari ini dimana perpecahan atasnama agama nampak di pelupuk mata, kehadiran Gus Dur sungguh kami rindukan. Gus Dur wajah keberagaman kita," kata salah sorang pegiat media sosial dari kaum muda NU, Syukron Dosi. (Rof Maulana/Fathoni/NU Online)


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: