Warga NU Mempertuhankan Kyai?

;
Warga NU Mempertuhankan Kyai?MusliModerat.Net | "Kenapa warga NU kok lebih fanatik ke kiainya daripada Kitab Suci, Nabi, bahkan Tuhannya? Kitab Sucinya dinistakan diam. Nabinya dicaci-maki diam. Tuhannya dihina diam, katanya Tuhan tak perlu (butuh) dibela. Tapi jika Gus Dur yang dihina langsung membelanya dan siap pasang badan bahkan berani mati untuknya." Sindir seorang teman padaku.


Jawabku, "Tak heran jika muncul buku berjudul 'Bila Kyai Dipertuhankan' karya aktivis wahabi Hartono A Jaiz. Karena beliau belum paham ke-Aswaja-an dan ke-NU-an, masih sangat tekstualis. Andai saja beliau mau berpikir secara utuh atas dalil-dalil yang diketahuinya baik dari al-Quran maupun as-Sunnah, tentu tidak akan sependek itu pikirannya. Dalilnya mungkin sama, tapi pemahamannya yang berbeda. Tak perlu jauh-jauh dulu membela Allah dan RasulNya. Semisal sekarang saya nistakan, caci-maki dan hinakan ibu atau bapakmu, apa reaksimu?"
"Langkahi dulu mayatku!!!" timpal temanku.
"Padahal ibu atau bapakmu itu bukan Nabi bukan pula Tuhan lhoh..." kataku.
"Karena berbakti kepada orangtua dalilnya jelas ada dalam al-Quran! Di hadits pun banyak. Merekalah yang telah mengandungku dengan susah payah, kemudian melahirkanku, menyusuiku dan merawatku hingga sekarang. Anak mana yang rela orangtuanya dicaci-maki dan dihina!? Mikir gak sih luh!" katanya dengan nada meninggi.

"Betul sekali. Andai saja cara berpikir dari sikapmu yang demikian kamu terapkan kepada teman-temanmu warga NU yang begitu hormat, ta'dzim dan sendiko dawuh (manut) pada para kiainya, selesai sudah perkaranya. Kamu tahu berbakti pada orangtua adalah perintah Allah dan RasulNya, dan kamu katakan itu dari al-Quran dan hadits. Dan saya yakin kamu bisa membaca dan menulis serta mengetahui al-Quran dan hadits pasti dari orang yang mengajarimu. Mereka adalah guru atau ustadz atau ulama atau kiaimu. Kamu tahu tentang Allah, Rasul, Kitab Suci, dst. kalau bukan lantaran mereka dari siapa lagi? Alhasil, Allah tidak akan mengakui pembelaanmu jika kamu tidak membela NabiNya. Nabi tidak akan mengakui pembelaanmu jika kamu tidak membela para pewarisnya, yakni para ulama-kiai. Jangan dibalik ya Son. Kalau masih bingung, ayo ngaji ojo mung pikirane rabi!" jawabku dugal mergo pengin rabi.[ibj]


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: